PT Timah Dekati Raksasa Asia

Author Image

Endang Wulansari

12 Juni 2026, 21:04 WIB

PT Timah Tbk (TINS) tengah mematangkan komunikasi dengan salah satu pemain besar di industri timah global, Yunnan Tin dari China. Penjajakan kerja sama strategis ini, seperti diungkapkan jabarpos.id, bertujuan untuk memperkuat ketahanan operasional perusahaan serta mengembangkan cadangan mineral strategis di kancah internasional.

Direktur Produksi dan Komersial TINS, Ilham Mahendra, menjelaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif untuk mengidentifikasi bentuk kolaborasi yang paling tepat. Bahkan, perwakilan dari Yunnan Tin belum lama ini telah berkunjung langsung ke fasilitas produksi PT Timah di Indonesia, khususnya untuk meninjau teknologi smelter yang dioperasikan.

PT Timah Dekati Raksasa Asia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Satu dua minggu yang lalu, teman-teman dari Yunnan Tin bahkan sudah berkunjung ke lokasi kami, khususnya di lingkungan smelter, untuk melihat teknologi yang kami gunakan," ujar Ilham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan di Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia menambahkan, potensi kerja sama dengan Yunnan Tin masih terus dieksplorasi secara mendalam.

Rencana kolaborasi ini akan menitikberatkan pada pertukaran wawasan dan pemanfaatan teknologi di sektor operasi serta produksi. PT Timah berharap dapat mengidentifikasi inovasi yang bisa diadopsi guna meningkatkan kualitas produksi timah nasional, sehingga tetap kompetitif di pasar global.

"Fokus utamanya adalah bagaimana kita dapat saling bertukar pandangan mengenai pengetahuan operasi dan produksi. Teknologi apa yang sama-sama digunakan, kemudian teknologi apa yang kira-kira bisa kita tukar dan juga saling memanfaatkan, tentu utamanya di operasi dan produksi," papar Ilham.

Lebih dari sekadar aspek teknis pabrik, kedua perusahaan juga mulai mendiskusikan strategi jangka panjang dalam mengamankan sumber daya dan cadangan timah. Penjajakan ini dinilai krusial mengingat posisi timah sebagai komoditas mineral kritis yang vital dalam mendukung perkembangan ekonomi hijau dunia.

"Kami melihatnya tidak hanya terbatas pada Indonesia atau China saja, tetapi bagaimana memperkuat ketahanan komoditas timah dalam konteks mineral kritis dan strategis," tandas Ilham. Sebagai tindak lanjut, PT Timah berencana untuk melakukan kunjungan balasan ke Yunnan Tin dalam tahun ini, guna mempelajari lebih detail teknologi yang berpotensi untuk diadopsi.

Related Post