PT Timah Bidik Harta Karun 80 Meter di Bawah Laut

Author Image

Endang Wulansari

13 Juni 2026, 04:04 WIB

jabarpos.id – PT Timah Tbk (TINS) mengambil langkah strategis yang berani untuk mengamankan masa depan produksi timah nasional. Dengan cadangan di area aluvial atau permukaan yang kian terancam menipis, perusahaan pelat merah ini berencana memperluas area eksplorasi dan penambangan bijih timah hingga kedalaman 80 meter di bawah laut. Ini merupakan upaya krusial dalam memburu deposit baru yang selama ini belum terjamah.

Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha TINS, Harry Budi Sidharta, mengungkapkan bahwa perseroan tengah mematangkan implementasi teknologi mutakhir untuk mendukung operasi penambangan laut dalam ini. Menurutnya, ekspansi ke kedalaman yang lebih jauh adalah prioritas utama untuk menjaga kesinambungan pasokan timah Indonesia.

PT Timah Bidik Harta Karun 80 Meter di Bawah Laut
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Cadangan aluvial kami kini semakin menipis. Oleh karena itu, kami akan bergerak maju ke eksplorasi di aluvial dalam dan juga deposit primer. Ini menjadi fokus utama dalam strategi eksplorasi kami," jelas Harry dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Operasi penambangan di laut dalam ini nantinya akan didukung oleh armada kapal-kapal baru yang didesain khusus. Kapal-kapal ini dirancang untuk mampu menjangkau lapisan deposit yang jauh lebih dalam dari kondisi saat ini, di mana rata-rata aktivitas penambangan laut perusahaan berada di kedalaman 50 meter. Target ambisius untuk menembus kedalaman 80 meter diharapkan dapat membuka potensi cadangan yang lebih prospektif.

"Termasuk juga di tambang laut, kami membutuhkan kapal-kapal baru karena kami akan menambang lebih dalam lagi dari kedalaman 50 meter saat ini, mungkin hingga 80 meter di bawah laut. Kami berupaya menemukan peralatan baru yang lebih efektif dan prospektif," tambahnya.

Selain penguatan di sektor penambangan laut, TINS juga mulai menjajaki pengembangan tambang primer di wilayah darat. Berbeda dengan tambang aluvial yang relatif lebih mudah diakses, tambang primer menuntut teknologi pengolahan pemisahan mineral yang lebih kompleks. Bijih timah pada tambang primer umumnya terperangkap dalam batuan keras yang memerlukan proses penghancuran dan pemisahan mineral yang sangat halus.

Mendesak: Cadangan Hanya Cukup 10-15 Tahun

Urgensi langkah-langkah ini semakin terasa mengingat kondisi cadangan timah yang ada saat ini. Direktur Produksi dan Komersial TINS, Ilhamsyah Mahendra, sebelumnya telah menekankan pentingnya eksplorasi agresif untuk mengamankan ketersediaan sumber daya jangka panjang.

"Kami benar-benar melakukan eksplorasi yang agresif. Ini adalah salah satu fokus utama PT Timah. Kami perlu mengamankan deposit sumber daya dan cadangan," ujarnya dalam acara Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026 di Jakarta.

Saat ini, PT Timah memiliki sekitar 800.000 ton sumber daya dan sekitar 300.000 ton cadangan. Angka ini dinilai belum ideal jika dibandingkan dengan visi perusahaan untuk mendominasi pasar global dalam jangka waktu yang panjang. "Angka-angka itu hanya untuk 10-15 tahun. Kami membutuhkan deposit jauh lebih banyak untuk lebih dari seratus tahun," tegas Ilhamsyah.

Guna mempercepat penemuan titik cadangan baru, emiten anggota holding industri pertambangan MIND ID ini mulai mengandalkan teknologi canggih seperti platform Sistem Informasi Geografis (GIS) dan pemantauan udara menggunakan drone. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi eksplorasi serta mempercepat waktu penemuan.

Di sisi lain, perusahaan juga mulai melirik peluang ekspansi ke kancah internasional. Strategi ini bertujuan untuk mencari aset pertambangan yang strategis di luar negeri, mengurangi ketergantungan pada sumber daya domestik semata, sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia dalam rantai pasok mineral kritis dunia.

"Kami sekarang mencari ekspansi global, tidak hanya memperluas kapasitas di sisi pemurnian, tetapi kami mencari aset pertambangan di luar Indonesia dan kami sangat terbuka untuk peluang kemitraan serta kolaborasi dengan perusahaan timah global," pungkas Ilhamsyah, menegaskan ambisi PT Timah untuk menjadi pemain kunci di pasar timah dunia.

Related Post