PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang impresif, dengan laba bersih mencapai Rp10,8 triliun hingga semester I-2026. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 5,94% secara tahunan (year-on-year/yoy). Demikian laporan yang diterima jabarpos.id dari rilis resmi perseroan.
Pencapaian laba tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang solid. Pendapatan bunga tercatat sebesar Rp38,63 triliun, melonjak 14,92% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun demikian, beban bunga juga mengalami peningkatan yang lebih tinggi, yakni 15,94% yoy, mencapai Rp16,34 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) BNI tetap tumbuh meyakinkan sebesar 14,2% secara tahunan, mencapai Rp22,3 triliun.
Dari sisi efisiensi operasional, laba operasional perseroan terpantau tumbuh tipis 6,01% yoy, mencapai Rp13,11 triliun selama enam bulan pertama tahun ini. Namun, margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) BNI sedikit tergerus, turun menjadi 3,55% dari sebelumnya 3,83%. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) juga menunjukkan peningkatan menjadi 73,11%, mengindikasikan adanya tekanan pada efisiensi biaya.
Also Read
Fungsi intermediasi BNI menunjukkan performa yang kuat. Hingga akhir Juni 2026, total kredit yang disalurkan BNI melesat 24,4% secara tahunan, mencapai angka fantastis Rp968,5 triliun. Kualitas kredit juga terpantau membaik, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross yang turun menjadi 1,93% dari 1,95%. Meskipun demikian, NPL net sedikit mengalami kenaikan tipis menjadi 0,72% dari 0,69%.
Di sisi pendanaan, BNI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.100,18 triliun hingga akhir Juni 2026, melonjak 28% yoy. Peningkatan DPK yang signifikan ini membuat rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) semakin ketat, naik menjadi 87,73%.
Selain itu, kepemilikan surat berharga BNI juga menunjukkan pertumbuhan yang impresif, naik 10,66% yoy menjadi Rp204,28 triliun. Secara keseluruhan, total aset BNI kini mencapai Rp1.461 triliun, meningkat signifikan dari Rp1.201,65 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, menegaskan posisi BNI sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia.






