Jakarta – Kabar baik menyelimuti perekonomian nasional. Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Semester I-2026 mencapai angka impresif 5,45% secara tahunan (yoy). Capaian ini menempatkan Indonesia pada posisi terdepan di antara negara-negara ASEAN dalam hal pertumbuhan ekonomi. Data yang dihimpun jabarpos.id mengonfirmasi optimisme pemerintah tersebut.
Menko Airlangga merinci bahwa lonjakan ini tidak lepas dari kinerja solid pada triwulan kedua tahun 2026. Pada periode tersebut, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,29% secara tahunan (year-on-year) dan 3,73% secara kuartalan (quarter-to-quarter). Angka-angka ini menunjukkan resiliensi dan momentum positif yang kuat di tengah dinamika ekonomi global. Meski menduduki peringkat tertinggi di kawasan ASEAN, Indonesia masih harus mengakui keunggulan Vietnam yang mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi.
Pemerintah mengidentifikasi beberapa sektor kunci sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ini. Industri pengolahan, sektor jasa, serta sektor akomodasi dan makanan-minuman menjadi tulang punggung yang menopang laju perekonomian. Dukungan dari program strategis pemerintah, seperti inisiatif MBG, turut memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga momentum positif ini. Capaian ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di masa mendatang.
Also Read






