Sinyal kuat datang dari Tiongkok terkait kelanjutan proyek kereta cepat di Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya ketertarikan serius dari Negeri Tirai Bambu untuk memperpanjang jalur kereta berkecepatan tinggi ini hingga mencapai Jawa Timur, demikian laporan jabarpos.id.
Berbicara kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan pada Rabu, 5 Agustus 2026, Purbaya menjelaskan bahwa komunikasi dengan pihak Tiongkok menunjukkan adanya keinginan kuat untuk meneruskan proyek strategis ini. Pemerintah, lanjut Purbaya, siap menindaklanjuti dan mengeksekusi perpanjangan rel kereta cepat jika arahan resmi telah dikeluarkan. "Kami sudah tanyakan ke pihak China, dan sepertinya mereka masih sangat berminat untuk melanjutkan proyek ini. Jika ada instruksi, kami akan memperpanjangnya hingga ke Jawa Timur," jelas Purbaya secara gamblang.
Sinyal positif dari Menteri Keuangan ini selaras dengan aspirasi yang sebelumnya telah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara secara tegas menyuarakan dukungannya agar proyek kereta cepat tidak hanya berhenti di wilayah Bandung, melainkan dapat diperpanjang hingga menjangkau kota-kota strategis di Jawa Timur.
Also Read
Dalam kesempatan peresmian Stasiun Tanah Abang Baru pada Selasa, 4 November 2025, Presiden Prabowo bahkan secara spesifik menyebutkan target ambisiusnya. "Insyaallah, kereta cepat bisa sampai Surabaya, kalau perlu, diperpanjang hingga Banyuwangi. Surabaya itu zaman dulu, sekarang harus sampai Banyuwangi," ujar Prabowo, menekankan pentingnya konektivitas hingga ujung timur Pulau Jawa.
Dengan adanya sinyal kuat dari investor Tiongkok dan dukungan penuh dari pucuk pimpinan negara, proyek ambisius perpanjangan kereta cepat hingga ke Jawa Timur, bahkan Banyuwangi, tampaknya semakin mendekati kenyataan. Ini berpotensi membuka babak baru dalam konektivitas dan percepatan ekonomi di Pulau Jawa.






