IHSG Berhasil Tembus Level Psikologis 5000

Author Image

Endang Wulansari

8 November 2026, 06:04 WIB

<strong">Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang luar biasa di penghujung pekan ini. Setelah sempat mengalami tekanan hebat di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil bangkit dan ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Indeks mencatatkan penguatan sebesar 0,40% atau naik 20,17 poin, sehingga berakhir di level 5.050,43.

Perjalanan IHSG pada hari ini sejatinya tidak berjalan mulus. Sejak bel pembukaan berbunyi, indeks justru mengalami tekanan jual yang cukup signifikan hingga sempat merosot ke level 4.955,83. Bahkan, sentimen negatif sempat membawa indeks menyentuh titik terendah harian di angka 4.925,10. Sepanjang sesi pertama, pasar terlihat bergerak dalam rentang terbatas atau sideways di kisaran 4.930 hingga 4.960, di mana upaya pemulihan belum mampu menembus angka psikologis 5.000.

IHSG Berhasil Tembus Level Psikologis 5000
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, pembalikan arah yang dramatis terjadi saat memasuki sesi kedua sekitar pukul 14.00 WIB. IHSG tiba-tiba melonjak tajam dan berhasil melewati level 4.960. Momentum penguatan ini terus berlanjut hingga akhirnya mampu mendobrak level psikologis 5.000 pada sore hari. IHSG kemudian menutup perdagangan tepat di level tertingginya hari ini. Total nilai transaksi yang berputar di pasar mencapai Rp7,77 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 411,29 juta lot.

Berdasarkan data dari Refinitiv, motor penggerak utama penguatan IHSG kali ini berasal dari sektor keuangan yang melonjak 2% serta sektor konsumer non-kritikal yang naik 1,1%. Beberapa saham "raksasa" yang menjadi pengungkit kenaikan indeks antara lain adalah BBRI, BMRI, BBCA, SMMA, dan ASII. Di sisi lain, beberapa saham seperti BRPT, EMAS, MDKA, TPIA, dan BRMS justru menjadi penekan yang sempat menghambat laju indeks.

Kondisi positif ini tidak lepas dari rilis data ekonomi domestik yang sangat menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III-2026 tumbuh sebesar 5,47% secara tahunan (YoY). Angka ini merupakan pertumbuhan tertinggi sejak awal tahun 2026 dan melampaui ekspektasi para ekonom yang sebelumnya memprediksi angka di level 5,20%.

Meski demikian, investor tetap diimbau untuk waspada terhadap dinamika global. Beberapa sentimen eksternal yang perlu dipantau antara lain lonjakan inflasi produsen di Zona Euro yang mencapai 11,1%, serta kebijakan Bank Sentral Inggris (BoE) yang memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan menjadi 4%. Selain itu, perkembangan politik di Amerika Serikat pasca pemilu serta fluktuasi harga minyak dunia tetap menjadi faktor penentu arah pergerakan pasar keuangan global ke depannya.

Related Post