Revolusi Ekspor Lewat Portal NADI Baru

Author Image

Endang Wulansari

8 November 2026, 08:31 WIB

Jabarpos.id – Sektor ekspor Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam sistem pelaporan komersialnya. Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) secara resmi mengumumkan pengembangan portal khusus bernama National Data Intelligence (NADI). Inovasi digital ini dirancang untuk menjadi pintu tunggal bagi para eksportir dalam melaporkan seluruh kontrak komersial mereka, guna menciptakan sistem yang lebih transparan dan terintegrasi.

Direktur Utama DSI, Luke Thomas Mahony, mengungkapkan bahwa pengembangan portal NADI ini bukanlah proyek instan. Pihaknya telah mulai mengerjakan sistem ini sejak akhir September 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memperkuat pengawasan dan akuntabilitas data sumber daya alam (SDA) yang keluar dari tanah air.

Revolusi Ekspor Lewat Portal NADI Baru
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam upaya memastikan sistem ini berjalan mulus, DSI saat ini tengah menjalankan fase uji coba atau piloting. "Kami sedang bekerja sama dengan para eksportir untuk proses uji coba. Tahap awal, kami telah mengajak 50 perusahaan untuk mencoba NADI, dan selanjutnya kami akan menambah 50 perusahaan lagi. Targetnya, ratusan perusahaan lainnya akan segera dilibatkan untuk mencoba sistem ini," ujar Luke dalam sebuah acara sosialisasi implementasi Devisa Hasil Ekspor (DHE) SDA, Jumat (6/11/2026).

Menariknya, meskipun baru dalam tahap uji coba, cakupan data yang masuk sudah sangat signifikan. Luke menjelaskan bahwa 100 perusahaan yang terlibat dalam fase piloting tersebut telah merepresentasikan sekitar 50 persen dari total komoditas SDA yang masuk dalam regulasi kewajiban penempatan DHE. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 350 kontrak telah berhasil diunggah ke dalam sistem NADI.

Keamanan menjadi prioritas utama dalam pengembangan teknologi ini. Mengingat data yang dikelola berkaitan dengan nilai ekonomi yang sangat besar, DSI menekankan bahwa aspek keamanan data dan akuntabilitas merupakan fondasi utama dari pembangunan portal NADI. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha saat mengunggah dokumen-dokumen sensitif mereka.

Terkait jadwal implementasi, DSI telah menyusun roadmap yang sangat jelas. Sosialisasi mendalam mengenai penggunaan portal NADI dijadwalkan akan dimulai pada 15 November 2026. Setelah para pelaku usaha mendapatkan pemahaman yang cukup, pintu registrasi resmi untuk pengguna NADI akan dibuka pada 15 Desember 2026.

Puncaknya, portal NADI ditargetkan akan beroperasi penuh atau go live pada 1 Januari 2027. Begitu sistem ini aktif, seluruh eksportir diwajibkan menggunakan NADI sebagai sarana utama untuk mengunggah dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) serta data kargo final. Dengan adanya sistem satu pintu ini, diharapkan birokrasi pelaporan ekspor menjadi lebih ringkas, efisien, dan dapat dipantau secara real-time oleh otoritas terkait.

Related Post