Pertamax Tembus 16 Ribu BP BUMN Ungkap Alasan Sebenarnya

Author Image

Endang Wulansari

11 Juni 2026, 04:04 WIB

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax resmi melonjak menjadi Rp 16.250 per liter mulai hari ini. Kenaikan ini langsung ditanggapi oleh Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, yang menjelaskan bahwa penyesuaian harga tersebut merupakan keniscayaan untuk mengikuti dinamika harga pasar global, demikian dilaporkan jabarpos.id.

Dony Oskaria menegaskan, PT Pertamina (Persero) tidak seharusnya terus-menerus memikul beban finansial akibat lonjakan harga minyak mentah dunia. Ia menambahkan, bahkan dengan harga baru ini, Pertamax masih menikmati kompensasi subsidi sebesar 50%, yang berarti harga jualnya saat ini hanya separuh dari harga keekonomian pasar yang sebenarnya.

Pertamax Tembus 16 Ribu BP BUMN Ungkap Alasan Sebenarnya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Kenaikan ini memang selaras dengan pergerakan harga minyak dunia," ujar Dony saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi VI di Gedung DPR Jakarta, Rabu. Ia melanjutkan, "Bahkan jika kita menaikkan harga melebihi batas keekonomian, itu pun sebenarnya masih di bawah nilai yang seharusnya kita bebankan kepada konsumen."

Dony juga menepis kekhawatiran mengenai dampak inflasi akibat kenaikan harga Pertamax. Menurutnya, bahan bakar jenis ini mayoritas digunakan oleh kalangan menengah ke atas.

"Pertamax bukan diperuntukkan bagi sektor industri ataupun transportasi massal, seperti yang disampaikan oleh Bapak Menteri," jelas Dony. "Oleh karena itu, kenaikan ini dipastikan tidak akan memicu inflasi. Masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, mari kita tetap optimis dan tenang."

Lebih lanjut, Dony memastikan bahwa keputusan penyesuaian harga Pertamax ini telah melalui proses persetujuan dan disepakati oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Seluruh proses telah dilalui bersama Menteri ESDM. Kementerian ESDM, melalui Direktur Jenderal terkait, telah memberikan persetujuan untuk implementasi kebijakan ini," pungkasnya.

Related Post