Phapros Tebar Dividen Setelah Lama Puasa

Author Image

Endang Wulansari

12 Juni 2026, 00:04 WIB

Investor PT Phapros Tbk (PEHA) patut bersukacita. Emiten farmasi ini, seperti dilansir jabarpos.id, telah menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp4,12 miliar. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat (11/6/2026), mengacu pada kinerja laba tahun buku 2025.

Direktur Utama Phapros, Intan Abdams Katoppo, menjelaskan bahwa angka dividen tersebut merepresentasikan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 15% dari total laba bersih perseroan di tahun 2025 yang mencapai Rp27,44 miliar. "Kami sangat bersyukur, setelah dua tahun mengalami penurunan dividen, akhirnya para pemegang saham dapat kembali menikmati pembagian dividen," ungkap Intan dalam sesi paparan publik.

Phapros Tebar Dividen Setelah Lama Puasa
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sisa 85% dari laba bersih, atau sekitar Rp23,32 miliar, akan dialokasikan sebagai laba ditahan. Dana ini krusial untuk menopang keberlanjutan profitabilitas perusahaan di masa depan, serta membiayai kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex). Prioritas utama penggunaan dana ini adalah untuk memastikan pemenuhan standar kepatuhan yang ketat dalam industri farmasi.

Kinerja positif ini merupakan pembalikan drastis dari kondisi sebelumnya. Sepanjang Januari-Desember 2025, Phapros berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp27,44 miliar. Angka ini kontras dengan kerugian bersih sebesar Rp290,63 miliar yang diderita pada periode yang sama tahun sebelumnya, menandai peningkatan signifikan sekitar 109% secara tahunan.

Perbaikan fundamental ini didorong oleh dua faktor utama: pertumbuhan penjualan yang mencapai dua digit dan implementasi strategi efisiensi operasional yang efektif. Pada tahun 2025, Phapros membukukan total penjualan sebesar Rp940,88 miliar, melonjak 26,34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan penjualan ini merata di seluruh segmen produk yang menjadi tulang punggung pendapatan perseroan. Segmen obat bebas tanpa resep (Over The Counter/OTC) mencatat pertumbuhan impresif 43,20% secara tahunan. Sementara itu, segmen obat generik berlogo (OGB) tumbuh 13,95%, dan segmen ethical menunjukkan lonjakan paling tajam sebesar 54,94%.

Tak hanya dari sisi pendapatan, Phapros juga menunjukkan kedisiplinan dalam efisiensi. Beban pokok penjualan (Cost of Goods Sold/COGS) berhasil ditekan 5,41%, menjadi Rp448,37 miliar dari sebelumnya Rp474,03 miliar. Demikian pula, beban usaha mengalami penurunan signifikan 14,64%, dari Rp476,12 miliar menjadi Rp406,43 miliar pada tahun 2025.

Related Post