Pasar modal Indonesia menunjukkan geliat positif pada Rabu, 10 Juni 2026, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melesat signifikan. Namun, di balik euforia tersebut, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih (net sell) masif senilai Rp3,13 triliun di seluruh pasar. Fenomena menarik ini diungkap jabarpos.id, menunjukkan adanya strategi selektif di mana beberapa saham justru menjadi incaran utama para investor global, mengindikasikan adanya pergerakan yang patut dicermati.
IHSG berhasil melanjutkan tren positifnya, mencatatkan kenaikan impresif sebesar 2,71% atau setara 155 poin, menutup perdagangan di level 5.902,37. Reli ini menandai pemulihan pasar setelah periode tekanan yang cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir. Data perdagangan menunjukkan dominasi saham-saham yang menguat, dengan 571 saham bergerak naik, berbanding 148 saham yang melemah, dan 96 saham stagnan. Aktivitas transaksi juga terpantau sangat ramai, mencapai volume 46,67 miliar saham dengan total nilai transaksi fantastis Rp31,73 triliun, serta frekuensi perdagangan mencapai 3,1 juta kali.
Meskipun secara agregat investor asing masih membukukan net sell yang signifikan, pergerakan dana mereka tidak seragam. Ada sejumlah emiten yang justru menjadi magnet kuat, menarik aliran dana masuk dari investor global. Ini menunjukkan bahwa di tengah sentimen jual secara keseluruhan, ada keyakinan kuat terhadap prospek fundamental atau potensi kenaikan harga pada saham-saham tertentu.
Also Read
Saham PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) memimpin daftar buruan asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp41,1 miliar. Tidak ketinggalan, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) juga menarik perhatian dengan net buy Rp21,6 miliar, diikuti oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang mencatatkan beli bersih Rp21,3 miliar. Selain nama-nama tersebut, sektor konsumsi dan properti juga tak luput dari bidikan, dengan saham-saham seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), dan PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) turut dikoleksi oleh investor asing.
Pergerakan dana asing yang terfokus pada emiten-emiten tertentu ini, meskipun secara nominal lebih kecil dibandingkan aksi jual di saham-saham berkapitalisasi besar, menggarisbawahi strategi selektif investor global. Mereka tampaknya tengah mencari peluang di tengah momentum penguatan IHSG, memilih saham-saham yang dinilai memiliki prospek cerah atau valuasi menarik di tengah pemulihan pasar.






