Ekspansi Mall Mengejutkan di Tengah Gejolak Ekonomi

Author Image

Endang Wulansari

16 Juni 2026, 21:04 WIB

Di tengah badai ekonomi global dan gejolak geopolitik, para pengusaha pusat perbelanjaan di Indonesia justru mengambil langkah ekspansif yang tak terduga: mengalihkan fokus pembangunan mall baru ke luar Pulau Jawa. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengungkapkan strategi ini sebagai respons adaptif terhadap dinamika pasar. Informasi ini dilaporkan oleh jabarpos.id.

Alphonzus menjelaskan, meski kondisi ekonomi global bergejolak, tingkat kunjungan masyarakat ke pusat belanja relatif stabil. Namun, ada perubahan signifikan dalam pola belanja. Konsumen cenderung beralih ke produk dengan harga satuan yang lebih terjangkau. Fenomena ini tak lepas dari pelemahan daya beli segmen menengah ke bawah, yang kini lebih selektif dalam pengeluaran. Selain itu, pola belanja masyarakat masih sangat dipengaruhi oleh musim dan situasi, dengan periode saat ini yang masih tergolong low season pasca-momen Ramadan dan Lebaran.

Ekspansi Mall Mengejutkan di Tengah Gejolak Ekonomi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di sisi lain, operasional pusat perbelanjaan dihadapkan pada tantangan berat. Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS, ditambah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat gejolak global, telah memicu lonjakan biaya logistik. Akibatnya, biaya operasional secara keseluruhan melonjak lebih dari 30%, menekan margin keuntungan para pengelola.

Menyikapi kondisi tersebut, Alphonzus menegaskan bahwa ekspansi pembangunan pusat belanja baru kini banyak difokuskan di luar Pulau Jawa. Keputusan ini didasari oleh potensi pasar segmen menengah ke bawah yang dinilai masih sangat menjanjikan di wilayah tersebut. Pasar di luar Jawa dianggap memiliki ruang pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan dengan Jawa yang sudah relatif jenuh.

Strategi adaptif ini diungkapkan Alphonzus Widjaja dalam sebuah dialog eksklusif bersama Maria Katarina di program Closing Bell CNBC Indonesia, Selasa (11/05/2026), memberikan gambaran jelas bagaimana industri pusat perbelanjaan bersiap menghadapi tantangan ekonomi hingga tahun 2026.

Related Post