Investor Buru Cuan di Tengah Suku Bunga Tinggi

Author Image

Endang Wulansari

20 Juni 2026, 04:04 WIB

Bank Indonesia (BI) kembali membuat keputusan penting yang menggetarkan pasar keuangan. Laporan jabarpos.id menyebutkan, bank sentral baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (Bps) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2025. Ini menjadikan total kenaikan 100 Bps dalam sebulan terakhir, membawa BI Rate kini bertengger di angka 5,75%. Sebuah langkah yang tak hanya berdampak pada perbankan, tetapi juga pada arah investasi para pelaku pasar.

Kenaikan suku bunga ini, menurut Presiden Direktur Recapital Asset Management, Nurdiaz Alvin Pattisahusiwa, adalah langkah strategis BI untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah. Ia menambahkan, upaya ini telah membuahkan hasil, terlihat dari penguatan Rupiah yang kini berada di kisaran Rp 17.800-an per Dolar AS. Stabilitas mata uang menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kepercayaan investor.

Investor Buru Cuan di Tengah Suku Bunga Tinggi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam konteks alokasi aset, Nurdiaz menjelaskan bahwa kebijakan suku bunga tinggi ini menjadikan pasar uang di Indonesia sangat menarik. Para investor kini berbondong-bondong mengalihkan dananya ke instrumen pasar uang, khususnya deposito, untuk memanfaatkan imbal hasil yang lebih tinggi. Ini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari keamanan dan keuntungan optimal di tengah ketidakpastian.

Namun, tidak semua instrumen investasi merasakan dampak positif yang sama. Pasar obligasi, misalnya, sedikit tertekan, dengan yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sempat menyentuh angka 7,5%. Sementara itu, pasar saham juga menghadapi tantangan, terutama akibat adanya arus keluar modal asing (capital outflow) yang cukup signifikan. Investor asing cenderung menarik dananya dari pasar saham domestik saat suku bunga global dan domestik meningkat.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana investor cerdas beradaptasi dengan kondisi pasar. Mereka secara aktif mencari peluang untuk memaksimalkan keuntungan di tengah gejolak ekonomi, dengan pasar uang menjadi magnet utama. Analisis mendalam mengenai dampak suku bunga tinggi terhadap arah investasi di pasar keuangan RI ini diulas oleh Nurdiaz Alvin Pattisahusiwa dalam dialognya di Power Lunch, CNBC Indonesia pada Jumat, 19 Juni 2026.

Related Post