GOTO Untung Sahamnya Rp50 Mengapa

Author Image

Endang Wulansari

13 Agustus 2026, 08:04 WIB

Investor dan pengamat pasar dibuat bertanya-tanya. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), raksasa teknologi kebanggaan Indonesia, telah bergeming di level Rp50, atau yang akrab disebut ‘gocap’, selama hampir tiga bulan terakhir. Situasi ini menjadi sorotan tajam, terutama setelah laporan keuangan perusahaan menunjukkan performa positif. Menurut analisis jabarpos.id, faktor eksternal disinyalir menjadi penyebab utama stagnasi ini.

Susi Setiawati, seorang analis pasar modal terkemuka dari CNBC Indonesia, menyoroti dampak kondisi makroekonomi global yang kurang kondusif. Konflik geopolitik yang berkepanjangan dan fluktuasi harga minyak dunia yang tinggi menciptakan sentimen negatif yang signifikan bagi aset-aset berisiko, khususnya di pasar negara berkembang. Imbasnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak dalam tren menurun sejak awal tahun, menyeret hampir seluruh emiten, termasuk GOTO, ke dalam tekanan.

GOTO Untung Sahamnya Rp50 Mengapa
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di sisi lain, manajemen GOTO bersikukuh bahwa valuasi saham mereka saat ini tidak merefleksikan fundamental bisnis yang sesungguhnya. Keyakinan ini diperkuat oleh kinerja keuangan yang impresif, di mana GOTO berhasil membukukan keuntungan selama dua kuartal berturut-turut. Pada kuartal pertama tahun 2026, laba bersih perusahaan mencapai Rp171 miliar. Kinerja positif ini berlanjut di kuartal kedua, dengan laba bersih melonjak 47% menjadi Rp252 miliar. Dengan capaian ini, GOTO tetap optimis mempertahankan target keuntungan grup di angka Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun.

Selain faktor makro, Susi juga mengidentifikasi sentimen internal yang turut membebani pergerakan saham GOTO. Isu terkait komisi 8% serta pengawasan ketat dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berpotensi mengeluarkan GOTO dari indeksnya, menjadi aspek teknis yang menambah tekanan. Kondisi ini ironis, mengingat fundamental bisnis GOTO yang terus menunjukkan penguatan.

Menyikapi stagnasi harga saham di level Rp50, GOTO tidak berpangku tangan. Perusahaan telah menyiapkan serangkaian aksi korporasi strategis yang dirancang untuk meningkatkan nilai dan pengembalian bagi para pemegang saham. Salah satu langkah konkret yang telah disetujui adalah rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan alokasi dana mencapai Rp3,5 triliun. Namun, Susi menekankan bahwa waktu pelaksanaan aksi ini sangat krusial dan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.

Di samping buyback, GOTO juga berencana melakukan pembatalan saham treasuri. Aksi ini, jika terealisasi, akan secara langsung meningkatkan porsi kepemilikan saham bagi investor yang sudah ada. Secara spesifik, pada 28 Juli 2026, GOTO telah mengumumkan niatnya untuk membatalkan 32 miliar saham treasuri, yang merepresentasikan sekitar 2,7% dari total saham yang beredar. Kendati demikian, implementasi aksi korporasi penting ini masih menunggu persetujuan resmi dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

Dalam sebuah sesi diskusi bertajuk "Ngobrol Bareng GoTo: Akhirnya Untung, What’s Next?" di acara Kelas Cuan, Susi Setiawati menegaskan pandangannya bahwa GOTO berada di jalur yang tepat untuk menjadi pilihan investasi jangka panjang. Ia menyoroti transformasi signifikan perusahaan yang, setelah periode panjang merugi, kini berhasil membukukan keuntungan dan mencapai rasio price to earnings (P/E) yang positif, sebuah indikator fundamental yang kuat bagi investor.

Related Post