Terungkap Pilihan Presiden untuk Bank Indonesia

Author Image

Endang Wulansari

13 Agustus 2026, 12:04 WIB

Presiden terpilih Prabowo Subianto telah mengambil langkah signifikan dalam menentukan arah kebijakan moneter Indonesia. Melalui surat resmi yang disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Prabowo mengusulkan empat nama untuk mengisi posisi kunci di Dewan Gubernur Bank Indonesia (DGBI). Informasi ini, seperti dilansir jabarpos.id, menandai babak baru kepemimpinan di bank sentral yang strategis.

Usulan yang disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada DPR RI ini mencakup satu calon Gubernur Bank Indonesia, satu calon Deputi Gubernur Senior (DGS) BI, dan dua calon Deputi Gubernur BI. Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengonfirmasi detail penting ini di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (12/8/2026).

Terungkap Pilihan Presiden untuk Bank Indonesia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Suratnya mengusulkan satu nama terkait calon Gubernur Bank Indonesia yaitu Ibu Destry Damayanti dan satu calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yaitu Ibu Aida S. Budiman," jelas Puan, merinci dua posisi teratas yang diusulkan.

Selain itu, pemerintah juga mengajukan dua nama untuk posisi Deputi Gubernur BI, yakni Bapak Solikin M. Juhro dan Bapak Anwar Bashori, melengkapi daftar calon pimpinan bank sentral.

Keempat nama yang diusulkan bukanlah wajah baru di lingkungan Bank Indonesia, menunjukkan preferensi untuk kesinambungan dan pengalaman internal. Destry Damayanti saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI, sementara Aida S. Budiman merupakan anggota Dewan Gubernur BI. Solikin M. Juhro dikenal sebagai Asisten Gubernur BI, dan Anwar Bashori memegang posisi Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI. Penunjukan figur-figur internal ini mengindikasikan keinginan untuk mempertahankan stabilitas dan memanfaatkan keahlian mendalam dalam kebijakan moneter.

Puan Maharani memastikan bahwa seluruh nama yang diajukan akan menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sesuai mekanisme yang berlaku di DPR. Proses pembahasan dijadwalkan akan dimulai setelah DPR memasuki masa sidang pada 14 Agustus 2026.

"Minggu depan akan segera dimulai proses mekanisme yang ada di DPR," tambah Puan, mengisyaratkan bahwa tahapan seleksi terhadap calon pimpinan BI akan segera bergulir dan menjadi perhatian utama parlemen.

Usulan ini tidak hanya mengisi kekosongan posisi, tetapi juga memberikan gambaran jelas mengenai arah kepemimpinan Bank Indonesia ke depan, yang tampaknya akan diperkuat oleh para profesional berpengalaman dari internal bank sentral, siap menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik.

Related Post