jabarpos.id, Jakarta – Sebuah visi ambisius terkuak dari Danantara Indonesia, memproyeksikan pasar motor listrik di Tanah Air dapat meroket hingga US$170 miliar atau setara Rp3.040,36 triliun. Angka fantastis ini menjadi pemicu diluncurkannya Motor Listrik Nasional (Molinas), sebuah inisiatif strategis untuk mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemain kunci di kancah global.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, dalam peluncuran Molinas beserta ekosistem pendukungnya di Bekasi pada 13 Agustus 2026, menegaskan bahwa Indonesia memiliki segala modal yang dibutuhkan. "Kita punya bahan baku, bahkan resepnya," ujar Rosan. Ia menyoroti ketersediaan nikel yang melimpah, di mana 46% cadangan nikel dunia berada di Indonesia, menjadi fondasi utama untuk produksi baterai berbasis nikel.
Rosan menambahkan, teknologi yang dimiliki Indonesia juga sangat mumpuni, siap memberdayakan talenta-talenta lokal. Harapannya, Molinas tidak hanya terjangkau dan berkualitas, tetapi juga menjadi ujung tombak hilirisasi nikel, mengubahnya menjadi sel baterai dan paket baterai untuk produksi massal.
Also Read
Saat ini, dengan sekitar 140 juta unit motor konvensional di Indonesia dan pembelian tahunan mencapai 6 hingga 7 juta unit, adopsi motor listrik masih sangat rendah, hanya sekitar 60-70 ribu unit atau 1%. "Potensi ke depannya bisa secara eksponensial," kata Rosan, melihat peluang pasar yang sangat besar.
Untuk mewujudkan visi ini, Rosan mengungkapkan bahwa sudah ada sekitar 10 perusahaan nasional yang memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian. Danantara, bersama PT Len Industri (Persero) dan di bawah arahan CTO Danantara Sigit Puji Santosa selaku pimpinan proyek Molinas, berkomitmen mendorong standardisasi internasional.
"Kita tidak hanya akan menjadi juara di Indonesia, tetapi juga di regional, bahkan harus menjadi juara di dunia," pungkas Rosan, optimis terhadap masa depan industri motor listrik nasional yang cerah.






