Presiden RI Prabowo Subianto baru-baru ini memperkenalkan sebuah inisiatif monumental yang disebut Danantara Development Management Fund (DDMF). Dana ini, menurut Prabowo, adalah instrumen kedaulatan Indonesia yang dirancang untuk membangun kapasitas bangsa untuk puluhan tahun mendatang. Informasi ini dihimpun jabarpos.id dari pidato Presiden dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Jakarta.
DDMF tidak sekadar dana biasa. Prabowo menjelaskan bahwa lembaga ini akan berfungsi sebagai motor penggerak untuk mempersiapkan, mengembangkan, dan membiayai proyek-proyek strategis jangka panjang yang krusial bagi kemajuan Indonesia. Keunikan DDMF terletak pada kemampuannya untuk mendanai proyek yang belum menarik investasi komersial jangka pendek, sekaligus menghindari beban pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebagai bukti konkret, Prabowo menyoroti beberapa proyek ambisius yang akan didukung DDMF. Salah satunya adalah proyek mobil nasional, yang ditargetkan untuk produksi massal pada akhir tahun 2028. Fasilitas produksinya sendiri sudah mulai dibangun di wilayah Subang. Tak hanya itu, proyek motor nasional juga telah diluncurkan, dengan ekosistem yang melibatkan dua perusahaan swasta besar dan dua BUMN yang kini aktif memproduksi motor listrik.
Also Read
Inisiatif penting lainnya adalah pembangunan Giant Sea Wall. Tanggul raksasa ini mutlak diperlukan untuk mengamankan garis pantai utara Pulau Jawa dari ancaman bencana. Prabowo menekankan pentingnya belajar dari pengalaman negara lain seperti Belanda, yang telah membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa menunggu bencana datang. Giant Sea Wall di Belanda kini menjadi simbol kemajuan teknologi dan melindungi jutaan penduduknya.
Melalui DDMF, dana kedaulatan Indonesia akan dikelola secara profesional dan disiplin, memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan industri strategis demi masa depan bangsa yang lebih tangguh dan mandiri.






