Strategi Baru GOTO Perkuat Nilai Saham Investor

Author Image

Endang Wulansari

5 November 2026, 21:04 WIB

Jabarpos.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tengah mengambil langkah strategis yang cukup signifikan untuk mengembalikan kepercayaan para investornya. Meski telah berhasil mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut, harga saham perusahaan ini dinilai masih belum menunjukkan pemulihan yang optimal di pasar modal. Menanggapi kondisi tersebut, manajemen GOTO memutuskan untuk melakukan pembatalan saham tresuri serta program buyback saham guna memberikan nilai tambah langsung bagi para pemegang saham.

Keputusan besar ini telah mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 14 Oktober 2026. Langkah pembatalan ini nantinya akan diselesaikan setelah seluruh proses administratif dan persyaratan hukum terpenuhi. Inti dari kebijakan ini adalah penghapusan saham tresuri dari total jumlah saham yang diterbitkan oleh perusahaan.

Strategi Baru GOTO Perkuat Nilai Saham Investor
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Analis dari Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis, menjelaskan bahwa langkah ini akan memberikan dampak konkret bagi para investor. Menurutnya, meskipun jumlah lembar saham yang dipegang oleh investor tetap sama, persentase kepemilikan mereka terhadap total saham perusahaan secara otomatis akan meningkat. Hal ini terjadi karena jumlah total saham yang beredar di pasar menjadi lebih sedikit.

"Manfaatnya sangat nyata. Dengan berkurangnya jumlah saham yang beredar, porsi kepemilikan investor naik. Strategi ini sangat tepat dilakukan saat GOTO sudah mulai mencetak laba bersih," ungkap Abdul Azis dalam keterangannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program buyback sebelumnya telah berhasil mengurangi jumlah saham yang beredar di publik. Dengan melakukan pembatalan saham tresuri, pengurangan tersebut menjadi permanen. Hal ini sangat penting untuk menghilangkan potensi overhang atau tekanan jual di masa depan, karena saham-saham tersebut tidak akan kembali masuk ke pasar sebagai pasokan baru.

Menariknya, Abdul Azis juga menyoroti adanya ketimpangan antara valuasi pasar saat ini dengan fundamental perusahaan. Saat ini, saham GOTO diperdagangkan dengan diskon yang cukup dalam, yakni sekitar 75% dibandingkan perusahaan sejenis dalam sektor On-demand Services (ODS) dan Fintech. Jika dilihat dari pendekatan Enterprise Value to EBITDA (EV/EBITDA), GOTO berada di angka 3,3x, sementara rata-rata kompetitornya berada di kisaran 13-14x.

"Harga pasar saat ini tampaknya belum sepenuhnya mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas," tambahnya.

Kinerja keuangan GOTO sebenarnya menunjukkan tren positif yang konsisten. Pada kuartal III-2026, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp441 miliar. Keberhasilan ini sebagian besar ditopang oleh kinerja sektor Fintech melalui GoPay, yang mampu menjadi mesin pencetak laba di tengah tantangan yang dihadapi oleh lini bisnis On-demand Services (ODS) Gojek.

Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, menyatakan bahwa pencapaian ini diraih di tengah berbagai tantangan pasar yang dinamis. Ia menekankan bahwa kekuatan utama GOTO terletak pada ekosistem yang saling terhubung, mulai dari layanan transportasi, pengantaran, hingga pembayaran dan keuangan. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan frekuensi transaksi pengguna di seluruh layanan mereka.

Dengan kombinasi antara perbaikan fundamental yang konsisten dan kebijakan pembatalan saham tresuri, GOTO kini sedang membangun fondasi kuat untuk penilaian ulang (re-rating) harga sahamnya di masa mendatang. Meskipun demikian, investor tetap perlu memperhatikan kondisi pasar secara keseluruhan yang akan memengaruhi kecepatan penyesuaian harga saham tersebut.

Related Post