Jabarpos.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah kompak tertekan pada perdagangan sesi I, Rabu (4/2), memicu tanda tanya besar di kalangan investor. IHSG terhuyung di zona merah, berkutat di kisaran level 8.000-an, sementara Rupiah terus merosot ke level Rp 16.765 per Dolar AS.
Kekhawatiran pasar terhadap upaya Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam mengatasi sentimen MSCI (Morgan Stanley Capital International) menjadi salah satu faktor utama yang membebani pergerakan IHSG. Sentimen negatif ini memperkeruh suasana pasar yang sebelumnya sudah diwarnai ketidakpastian.

Lantas, sentimen apa saja yang sebenarnya memengaruhi pergerakan pasar modal Indonesia saat ini? Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, simak dialog Serliana Salsabila dengan Direktur Keamanan Informasi, Data, dan Layanan Digital Baznas, Andrian Johnson, dalam program Profit di CNBC Indonesia. Jabarpos.id akan terus memantau perkembangan situasi pasar dan memberikan informasi terkini kepada para pembaca.




