Waskita Buka Gerbang Ilmu di Tanah Papua

Author Image

Endang Wulansari

7 Juli 2026, 12:04 WIB

Sebuah langkah monumental diambil untuk masa depan pendidikan di ujung timur Indonesia. PT Waskita Karya (Persero) Tbk, bersama KSO Waskita-Adhi-PAB, dipercaya menggarap proyek pembangunan tiga kompleks Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Papua. Dengan nilai kontrak fantastis mencapai Rp1,07 triliun, inisiatif ini bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas dan mengakselerasi pembangunan di wilayah Indonesia Timur, demikian laporan jabarpos.id. Lokasi proyek strategis ini tersebar di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor.

Proyek ambisius ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu sekitar 5,5 bulan, dengan harapan fasilitas pendidikan dapat mulai beroperasi penuh pada Januari 2027. Kepercayaan yang diberikan kepada Waskita Karya ini bukan tanpa alasan. Sebagai BUMN konstruksi dengan pengalaman lebih dari 65 tahun, rekam jejak perseroan dalam membangun berbagai infrastruktur strategis nasional telah teruji, menegaskan posisinya sebagai pionir pembangunan.

Waskita Buka Gerbang Ilmu di Tanah Papua
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Berbekal pengalaman panjang dalam mengelola proyek-proyek kompleks di berbagai pelosok nusantara, termasuk di daerah dengan tantangan geografis ekstrem, Waskita optimistis dapat mewujudkan pembangunan yang tidak hanya tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya, tetapi juga memberikan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat Papua.

Ermy Puspa Yunita, Corporate Secretary Waskita Karya, menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Papua merupakan wujud nyata komitmen perseroan dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. "Ini bukan sekadar membangun gedung, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi unggul Indonesia," tutur Ermy dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2026). Ia menambahkan, amanah dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini akan dijawab Waskita dengan kualitas pelaksanaan prima, inovasi konstruksi, serta kolaborasi erat bersama seluruh pemangku kepentingan.

Mengingat lokasi proyek yang berada di wilayah terpencil di ujung timur Indonesia, tantangan logistik menjadi salah satu fokus utama. Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan jadwal, Waskita telah merancang strategi mobilisasi material, peralatan, dan sumber daya manusia secara terintegrasi. Jalur distribusi vital melalui Pelabuhan Jayapura, Sarmi, dan Biak akan dimaksimalkan untuk kelancaran proyek.

Lingkup pekerjaan proyek ini sangat komprehensif, mencakup pembangunan ruang kelas untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu, akan dibangun pula asrama putra dan putri, gedung serbaguna, rumah susun khusus guru, fasilitas rumah ibadah, kantin, lapangan olahraga, serta berbagai sarana pendukung lainnya. Seluruh elemen ini dirancang untuk membentuk sebuah kawasan pendidikan terpadu yang modern dan fungsional.

Waskita Karya memahami bahwa pembangunan infrastruktur sosial merupakan pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kehadiran kompleks Sekolah Rakyat ini diharapkan tidak hanya membuka gerbang akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Papua, tetapi juga memicu roda ekonomi lokal. Proyek ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, menggerakkan rantai pasok daerah, dan pada akhirnya, menghasilkan manfaat berkelanjutan yang luas bagi komunitas sekitar.

Dengan berpegang teguh pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik, standar keselamatan kerja yang tinggi, inovasi berkelanjutan, dan komitmen terhadap keberlanjutan, Waskita terus memantapkan posisinya sebagai perusahaan konstruksi nasional yang mampu menyajikan solusi infrastruktur berstandar global. Perseroan percaya, setiap proyek yang mereka bangun bukan sekadar menciptakan aset fisik, melainkan juga menanamkan fondasi kuat untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat dan daya saing bangsa di kancah internasional pada masa mendatang.

Related Post