Jabarpos.id – Pemerintah terus bergerak cepat dalam mematangkan ekosistem bisnis di Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui berbagai skema insentif dan kemudahan birokrasi, proyek ambisius ini mulai menunjukkan taringnya dalam menarik minat para pelaku usaha global. Strategi ini tidak hanya bertujuan untuk membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif di jantung Kalimantan Timur.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan "karpet merah" bagi para investor. Berbagai fasilitas menarik seperti tax holiday, super tax deduction, hingga sistem perizinan satu pintu yang dikelola langsung oleh Otorita IKN menjadi daya tarik utama. Tak hanya itu, pemerintah juga meluncurkan platform digital bernama INVESTARA (Invest Platform Nusantara) untuk memudahkan para pengusaha mengeksplorasi peluang strategis di ibu kota baru tersebut.
Keberhasilan strategi ini mulai terlihat nyata dalam ajang Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 yang digelar baru-baru ini. Forum yang merupakan kolaborasi antara Otorita IKN, Bank Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini menjadi panggung bagi para investor pelopor untuk berbagi testimoni mengenai kemudahan berbisnis di Nusantara.
Also Read
Salah satu testimoni datang dari dr. Farah Alkatiri, Direktur Mayapada Hospital Nusantara. Ia menceritakan bagaimana proses pembangunan rumah sakit mereka berjalan sangat efisien. Sejak groundbreaking pada November 2023 hingga resmi beroperasi pada Oktober 2024, proses perizinan tidak menjadi kendala berarti. "Kami sebagai investor sangat dipermudah oleh Otorita IKN. Perizinan pembangunan gedung tidak perlu menunggu lama," ungkap dr. Farah.
Menariknya, forum ini juga memicu respons positif dari kalangan diplomatik internasional. Duta Besar Belarusia untuk Indonesia, H.E. Dr. Ramanouski, menyatakan ketertarikannya untuk memperluas jangkauan bisnis di wilayah Kalimantan Timur. Ia melihat potensi besar dalam sektor pertanian, mengingat Belarusia merupakan salah satu pemasok utama pupuk potasium bagi kebutuhan Indonesia.
Senada dengan itu, Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, H.E. Mr. Md. Abul Hasan Mridha, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsep kota hijau yang diusung IKN. Ia melihat adanya peluang pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Bangladesh, terutama dalam hal pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Menurutnya, kemajuan pesat pembangunan Nusantara dapat menjadi inspirasi sekaligus mitra belajar bagi pengembangan kota di Bangladesh.
Melalui rangkaian forum investasi ini, Otorita IKN berharap komunikasi dengan mitra internasional semakin erat. Dengan adanya keterbukaan informasi dan kemudahan regulasi, diharapkan aliran modal asing dapat terus mengalir, mempercepat pembangunan Nusantara, sekaligus mendorong transformasi ekonomi di wilayah Kalimantan Timur secara menyeluruh.






