Jakarta – jabarpos.id Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyoroti pentingnya perbankan BUMN untuk meningkatkan daya saing di kancah regional. Pasalnya, kapitalisasi pasar bank-bank Indonesia dinilai masih tertinggal dibandingkan bank asing sekelas DBS dan HSBC.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN seharusnya memiliki bank dengan kapitalisasi pasar yang sepadan. Ia mencontohkan DBS yang memiliki kapitalisasi pasar mencapai US$ 110 miliar, jauh melampaui Bank Mandiri.

"Indonesia negara terbesar di ASEAN. Masa banknya bukan yang terbesar di ASEAN? Jadi saya kasih contoh DBS market cap US$ 110 miliar. (Bank) Mandiri masa seperempatnya, padahal negara kita jauh lebih besar daripada Singapura," ujarnya di Hotel Westin Jakarta, Rabu (19/11).
Pandu menantang Himbara untuk tidak hanya menjadi yang terbaik di skala nasional, tetapi juga menjadi kekuatan utama di tingkat regional. Ia menekankan pentingnya pertumbuhan dan ambisi untuk menjadi bank terbaik di ASEAN.
"Ini challenge. And you have to challenge. Dengan cara memberikan challenge, pertanyaannya how do you achieve that the next 4 years? 4 tahun ke depan deh," pungkasnya.





