Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis: Sinyal Damai Ukraina Bikin Pasar Dag Dig Dug!

spot_img

Jabarpos.id – Harga minyak dunia terpantau mengalami penguatan tipis pada perdagangan Kamis pagi (20/11/2025). Data menunjukkan Brent naik ke US$63,72 per barel, sementara WTI berada di level US$59,81 per barel. Pergerakan ini terjadi di tengah sentimen geopolitik yang masih bergejolak, terutama terkait perkembangan perang Ukraina-Rusia.

Pasar minyak kini dihadapkan pada dua kemungkinan yang saling bertentangan: harapan akan adanya perdamaian dan kekhawatiran akan potensi kelebihan pasokan. Kabar mengenai sinyal dari AS kepada Ukraina untuk menerima kerangka perdamaian, termasuk menyerahkan sebagian wilayah, menjadi sorotan utama.

Baca juga:  Bahan Bakar Euro 4 Dapat Menghemat Rp 550 miliar
Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis: Sinyal Damai Ukraina Bikin Pasar Dag Dig Dug!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menekankan pentingnya kepemimpinan AS yang efektif dalam penyelesaian konflik. Sementara itu, Presiden Turki, Tayyip Erdogan, menawarkan format perundingan alternatif. Potensi berakhirnya perang ini dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan aliran minyak Rusia ke pasar global.

Analis menilai, kembalinya minyak Rusia secara penuh ke pasar bebas dapat mengubah keseimbangan pasokan. Scott Shelton dari TP ICAP Group memperingatkan risiko penurunan harga minyak ke kisaran US$50-an jika seluruh volume minyak Rusia yang terkena sanksi kembali masuk ke pasar.

Baca juga:  Jokowi Nikmati Masa Pensiun Rumah Mewah Hampir Jadi, Uang Pensiunnya Bikin Penasaran

Sebelumnya, AS telah menjatuhkan sanksi baru kepada Rosneft dan Lukoil, dengan tenggat waktu 21 November bagi perusahaan global untuk menghentikan bisnis dengan raksasa migas Rusia tersebut. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi pendapatan minyak Moskow dan membatasi volume ekspor dalam jangka panjang.

Namun, Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, membantah bahwa sanksi tersebut berdampak signifikan pada produksi. Ia bahkan mengklaim bahwa Rusia akan mencapai kuota produksi OPEC+ pada akhir 2025 atau awal 2026.

Baca juga:  PTBA Beri Sinyal Dividen, Investor Jangan Panik Dulu!

Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati data terbaru dari Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS lebih besar dari perkiraan. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas kilang dan lonjakan ekspor.

Janiv Shah, analis energi Rystad, menilai pasar kini memasuki fase "tekanan maksimum" menjelang tenggat sanksi 21 November. Penurunan premi risiko geopolitik membuat investor kembali fokus pada fundamental pasar yang lemah.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait