Beranda / Berita / Misteri Anjloknya IHSG Terkuak

Misteri Anjloknya IHSG Terkuak

Misteri Anjloknya IHSG Terkuak

Menyikapi gejolak pasar saham Indonesia yang menunjukkan penurunan signifikan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapannya. Ia mengidentifikasi maraknya isu-isu negatif yang beredar di tengah masyarakat sebagai faktor utama di balik ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok lebih dari 4% pada perdagangan Rabu (3/6/2026), seperti dilaporkan jabarpos.id.

"Banyak isu negatif yang beredar," ungkap Purbaya saat dijumpai di kompleks DPR RI, Jakarta. Rumor-rumor negatif domestik ini, menurutnya, telah memicu keraguan dari beberapa lembaga pemeringkat internasional terhadap prospek perekonomian Indonesia. "Sebagai contoh, ketika S&P (Standard & Poor’s) akan berkunjung, langsung muncul desas-desus tentang potensi penurunan peringkat. Padahal, pertemuan dengannya baru akan dilangsungkan nanti malam," jelas Purbaya, menepis spekulasi tersebut.

Baca juga:  IHSG Berdarah-darah! Investor Panik?
Misteri Anjloknya IHSG Terkuak
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Purbaya menegaskan bahwa dari sudut pandang kondisi fiskal negara, tidak ada masalah berarti yang perlu dikhawatirkan. Ia mengimbau para investor untuk tidak panik menghadapi situasi pasar modal saat ini, lantaran fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap solid.

Longsornya IHSG, ia menambahkan, lebih disebabkan oleh aksi jual panik sebagai respons sesaat dari investor, sebuah kondisi yang diperkirakan hanya bersifat jangka pendek. "Jangan takut, fundamental ekonomi kita sangat baik. Ini mungkin hanya ketakutan sesaat. Ekonomi kita bagus, tidak ada masalah mendasar," tegasnya.

Baca juga:  Grup Bakrie Kasih Kode Keras: Dompet Investor Bakal Tebal?

Ketahanan ekonomi nasional, menurut Purbaya, juga tercermin dari stabilnya pendapatan pajak dan perputaran ekonomi yang sehat. Daya beli masyarakat tetap terjaga, dengan tingkat konsumsi yang masih tinggi. "Bahkan, ia mengamati bahwa aktivitas ekonomi tetap ramai, baik di daerah maupun di Jakarta, menunjukkan daya beli masyarakat yang kuat. Hal ini, lanjutnya, akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan menepis kekhawatiran akan kemerosotan," tambahnya.

Dengan fondasi ekonomi yang kuat, Purbaya optimistis IHSG akan segera berbalik arah dan kembali menguat. "Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi kita bagus," pungkasnya.

Sebagai catatan, IHSG memang mengalami tekanan luar biasa pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Sepanjang 5,5 jam sesi perdagangan, indeks acuan ini mencatat guncangan hebat dan sejumlah rekor buruk. Padahal, indeks acuan bursa domestik ini sempat mencapai titik tertinggi historisnya di level 9.134,70 pada 20 Januari 2026. Namun, pada penutupan hari itu, IHSG anjlok 4,11% menjadi 5.941,07. Bahkan, di tengah sesi perdagangan kedua, indeks sempat menyentuh 5.842,00, level terendah sejak 31 Mei 2021, masa ketika varian Delta COVID-19 merebak di Indonesia. Koreksi ekstrem ini, dari puncaknya pada Januari hingga posisi terendah saat ini, mencapai 34,96% dalam kurun waktu kurang dari enam bulan perdagangan.