Rupiah Terjun Bebas Media Singapura Ungkap Fakta Mengejutkan

Author Image

Endang Wulansari

4 Juni 2026, 12:04 WIB

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan dolar Singapura kini menjadi perhatian utama media-media di negara tetangga. jabarpos.id melaporkan bahwa dua raksasa media Singapura, Channel News Asia (CNA) dan The Straits Times, secara khusus memberitakan kondisi mata uang Indonesia yang kini berada di titik terendah.

CNA, yang mengutip AFP, memuat laporan dengan judul "Indonesian rupiah falls to record low against US dollar". Mereka menyoroti bagaimana mata uang Garuda menyentuh Rp 18.028 per dolar AS, meskipun Bank Sentral telah berupaya memberikan dukungan. Laman tersebut menggarisbawahi bagaimana rupiah menembus ambang batas psikologis Rp 18.000 per dolar AS pada Kamis (4 Juni), di tengah kecemasan akan kondisi ekonomi domestik yang tertekan oleh lonjakan biaya energi.

Rupiah Terjun Bebas Media Singapura Ungkap Fakta Mengejutkan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Lebih lanjut, CNA membeberkan bahwa rupiah telah melemah lebih dari 7% sepanjang tahun ini, menjadikannya mata uang dengan kinerja terburuk di Asia menurut Bloomberg News. Penurunan ini dipicu oleh eskalasi konflik AS-Israel terhadap Iran yang menyebabkan harga minyak global melonjak drastis. Pelemahan rupiah juga didorong oleh tingginya permintaan dolar di pasar dan menyempitnya surplus perdagangan Indonesia. Sebagai importir minyak bersih, Indonesia sangat terdampak oleh kenaikan biaya minyak mentah, terutama dengan upaya pemerintah untuk mempertahankan harga bahan bakar bersubsidi.

Menurut ekonom Josua Pardede, yang dilansir AFP, surplus perdagangan Indonesia mengalami pukulan telak, menyusut drastis dari US$3,3 miliar pada bulan sebelumnya menjadi hanya US$89 juta di bulan April. Kondisi ini secara signifikan memperketat pasokan dolar di pasar domestik.

Sementara itu, The Straits Times, merujuk pada Bloomberg, mengangkat artikel berjudul "Rupiah falls through key psychological level, putting markets on guard for intervention". Mereka melaporkan bahwa anjloknya rupiah di bawah level kunci Rp 18.000 per dolar AS memicu kewaspadaan di kalangan pengamat pasar terhadap kemungkinan intervensi dari bank sentral Indonesia.

Laman tersebut mencatat bahwa nilai tukar rupiah merosot 0,35% menjadi Rp 18.029,5 per dolar AS pada pukul 11.06 waktu Singapura, memperparah penurunan nilai tukar tahun 2026 menjadi lebih dari 7%. Terhadap dolar Singapura, rupiah juga mencapai level terendah baru, diperdagangkan pada Rp 14.047,71, turun 0,32% semalam dan mencatat penurunan 9,3% sejak awal tahun.

Rupiah kini memang menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada tahun 2026. Tekanan ini sebagian besar berasal dari kekhawatiran bahwa harga minyak yang tinggi akan memperlebar defisit anggaran Indonesia melalui biaya subsidi energi yang lebih besar.

Penembusan di bawah Rp 18.000 berpotensi mendorong eksodus dana asing dari saham dan obligasi lokal. Level ini menjadi barometer krusial bagi para pembuat kebijakan yang berupaya memulihkan kepercayaan pada ekonomi yang dihadapkan pada serangkaian tantangan. Sentimen investor terhadap aset Indonesia memburuk setelah MSCI memperingatkan kemungkinan reklasifikasi negara tersebut sebagai pasar negara berkembang, sementara Fitch Ratings dan Moody’s Ratings merevisi prospek kedaulatan negara. Kecemasan juga meningkat atas upaya pemerintah untuk melakukan kontrol yang lebih besar terhadap ekspor komoditas utama.

Related Post