Menteri Keuangan Jamin Investor Aman Meski IHSG Merosot

Author Image

Endang Wulansari

4 Juni 2026, 04:04 WIB

Pasar modal Indonesia diguncang hebat pada Rabu (3/6/2026) ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok signifikan. Penurunan tajam ini, yang mencapai 4,11% dan menutup perdagangan di level 5.941,07, sontak memicu kekhawatiran di kalangan investor. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa segera tampil menenangkan pasar, menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk panik. Berdasarkan laporan jabarpos.id, Purbaya menjamin fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh.

Dalam sesi perdagangan yang bergejolak, IHSG bahkan sempat menyentuh level 5.842,00. Angka ini menandai titik terendah sejak 31 Mei 2021, sebuah periode yang lekat dengan merebaknya varian Delta virus Covid-19 di Indonesia, menambah dramatisasi pada koreksi pasar kali ini.

Menteri Keuangan Jamin Investor Aman Meski IHSG Merosot
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menanggapi gejolak pasar, Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas meminta para pelaku pasar untuk tidak gentar. "Jangan takut, fundamental ekonomi bagus," ujarnya saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (3/5/2026). Ia menjelaskan bahwa kemerosotan IHSG lebih disebabkan oleh aksi jual panik dari investor sebagai respons jangka pendek, bukan karena adanya masalah fundamental yang mendasar pada perekonomian nasional.

Purbaya memaparkan, ketahanan ekonomi Indonesia tercermin dari indikator makro seperti pendapatan pajak yang stabil dan perputaran ekonomi yang dinamis. Daya beli masyarakat juga dinilai masih sangat kuat, dengan tingkat konsumsi yang terjaga. Ia bahkan memberikan contoh personal. "Saya pikir kalau liburan ke daerah, Jakarta kan kosong. Ternyata Jakarta juga ramai. Saya tidak kemana-mana, saya jalan-jalan ke Jakarta, ramai juga. Jadi memang masih kuat. Daya beli masyarakat masih cukup kuat, itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita. Jadi tidak usah takut kita akan jeblok atau apa," jelasnya, menekankan optimisme terhadap prospek ekonomi.

Dengan fondasi ekonomi yang solid, Purbaya meyakini IHSG akan segera bangkit kembali. "Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus," pungkasnya. Perlu dicatat, koreksi pasar kali ini memang cukup signifikan. Indeks acuan bursa domestik ini sebelumnya sempat mencapai titik tertinggi historisnya di level 9.134,70 pada 20 Januari 2026. Artinya, dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, IHSG telah mengalami koreksi ekstrem sebesar 34,96% dari puncaknya hingga posisi terendah saat ini.

Related Post