Prabowo Beri Pesan Mengejutkan ke Bos Bank

Author Image

Endang Wulansari

19 Juni 2026, 00:04 WIB

Jakarta – Sebuah pertemuan maraton di Istana Negara pada Kamis (18/6/2026) mengungkap arahan krusial dari Presiden Prabowo Subianto kepada para petinggi bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, menjadi sosok yang membocorkan pesan-pesan penting tersebut usai rapat yang berlangsung lebih dari empat jam. Menurut laporan jabarpos.id, Presiden Prabowo menekankan bahwa bank-bank pelat merah tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata.

Rapat yang dimulai pukul 15.00 WIB dan berakhir pada 19.22 WIB itu membahas berbagai isu, mulai dari kondisi ekonomi makro hingga kinerja spesifik perbankan BUMN. Prabowo berpesan agar kehadiran Himbara harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, bukan hanya sekadar mengejar laba. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan fasilitas kredit yang mudah diakses, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta segmen komersial dan korporasi.

Prabowo Beri Pesan Mengejutkan ke Bos Bank
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Presiden menyampaikan optimisme tinggi terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan, yang secara keseluruhan sangat baik," kata Rosan usai rapat di Istana, Kamis malam.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga sempat menyoroti valuasi pasar bank-bank tersebut secara rinci. Rosan menyebutkan, Bank Mandiri memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp450 triliun, BRI sedikit di atas angka tersebut, sementara BNI mendekati Rp200 triliun, belum termasuk BSI dan BTN. Total valuasi kelima bank ini mencapai sekitar Rp1.100 triliun, merepresentasikan 10% dari total nilai pasar modal di Indonesia.

Meskipun valuasi tinggi, Prabowo mengingatkan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis perbankan. Namun, kehati-hatian ini tidak boleh menghalangi peran bank dalam memberikan dampak nyata kepada masyarakat, khususnya dalam mempermudah akses pinjaman bagi UMKM yang kerap kesulitan mendapatkan kredit dengan bunga rendah dibandingkan korporasi besar.

"Bank-bank pemerintah juga diharapkan aktif mendukung program-program pemerintah, tentu dengan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian," tambah Rosan. Ia menegaskan bahwa manfaat keberadaan Himbara harus dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia, dengan memberikan kesempatan yang setara.

Rosan juga menyinggung kondisi ekonomi global yang membaik, ditandai dengan kesepakatan antara Presiden AS Donald Trump dan pemerintah Iran, serta penurunan harga minyak dunia di bawah US$80 per barel. Kondisi ini diharapkan memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional.

Sejumlah tokoh penting perbankan Himbara turut hadir dalam rapat tersebut, antara lain Direktur Utama BRI Hery Gunandri, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama BTN Nixon L.P, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, dan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo. Jajaran komisaris seperti Febrio Nathan Kacaribu (BNI), Kartika Wirjoatmodjo dan Yuliot Tanjung (Bank Mandiri), serta Fahri Hamzah (BTN) juga terlihat hadir, bersama Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar.

Tidak Ada Arahan Penahanan Suku Bunga Kredit

Menariknya, Rosan secara tegas membantah adanya arahan dari Presiden Prabowo agar bank-bank Himbara menahan suku bunga kredit, meskipun Bank Indonesia pada hari yang sama telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. "Tidak ada, tidak ada (arahan)," ujar Rosan.

Klarifikasi ini diperkuat oleh CIO BIP Danantara Pandu Sjahrir dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. "Tidak ada arahan spesifik soal suku bunga. Pembicaraan lebih bersifat filosofis tentang arah Indonesia ke depan, dan saya rasa paparannya sangat positif," jelas Pandu. Airlangga menambahkan, "Harapannya tentu kredit tetap berjalan baik ke depan."

Related Post