Terungkap Kenapa Turis Doyan QRIS

Author Image

Endang Wulansari

19 Juni 2026, 12:05 WIB

Jakarta – Sistem pembayaran digital QRIS semakin menunjukkan taringnya di mata wisatawan mancanegara. Bank Indonesia (BI) mencatat, transaksi menggunakan QRIS oleh turis asing di Indonesia telah menembus angka fantastis Rp4,3 triliun hingga Mei 2026. Data ini, yang diperoleh jabarpos.id, mengindikasikan popularitas metode pembayaran non-tunai ini di kalangan pengunjung dari luar negeri.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menjelaskan bahwa dari total tersebut, transaksi QRIS antar negara (inbound) yang dilakukan wisatawan di Indonesia mencapai Rp2,85 triliun. Angka ini jauh melampaui transaksi outbound atau penggunaan QRIS oleh warga Indonesia di luar negeri yang hanya tercatat Rp1,47 triliun. "Jadi nominal inboundnya itu sekitar 4,3 triliun," ujar Filianingsih dalam konferensi pers daring pada Kamis (18/6/2026), menegaskan dominasi penggunaan QRIS oleh turis yang masuk ke tanah air.

Terungkap Kenapa Turis Doyan QRIS
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Negara-negara seperti Malaysia, Tiongkok, dan Singapura menjadi kontributor utama dalam peningkatan penggunaan QRIS antar negara ini, menunjukkan konektivitas pembayaran digital yang semakin erat di kawasan.

Tren positif ini sejalan dengan pertumbuhan pembayaran digital secara keseluruhan. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa volume transaksi pembayaran digital terus melesat. Per Mei 2026, volume transaksi mencapai 5,22 miliar, tumbuh impresif sebesar 28,14% secara tahunan. Peningkatan ini didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital yang masif di berbagai sektor.

Secara lebih rinci, volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 26,16% (yoy) dan 15,51% (yoy). Yang paling mencolok, transaksi QRIS sendiri melonjak hingga 95,10% (yoy), menunjukkan adopsi yang sangat cepat dan luas. "Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant," pungkas Gubernur Perry, menyoroti ekosistem pembayaran digital yang semakin matang dan siap menyambut era transaksi tanpa batas.

Related Post