Kredit UMKM Aman Setelah BI Rate Naik Ini Kata Bos Danantara

Author Image

Endang Wulansari

19 Juni 2026, 04:04 WIB

Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) kembali mengalami kenaikan, memicu perbincangan hangat di sektor keuangan nasional. CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) harus semakin efisien dan produktif. Pernyataan Rosan ini disampaikan pada Kamis (18/6/2026), seperti dilansir jabarpos.id, menyusul keputusan BI menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%.

Kenaikan suku bunga ini menjadi sorotan utama setelah pertemuan penting antara Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran direksi dan komisaris bank Himbara di Istana Kepresidenan Jakarta. Rosan menekankan bahwa efisiensi adalah kunci utama agar kenaikan suku bunga acuan tidak berdampak langsung pada tingkat pinjaman masyarakat dan dunia usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kredit UMKM Aman Setelah BI Rate Naik Ini Kata Bos Danantara
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Justru hal itu yang mesti diperbaiki, yang bisa ditingkatkan efisiensinya, sehingga walaupun ada kenaikan suku bunga tetapi lending-nya ke masyarakat kepada dunia usaha terutama UMKM bisa tetap terjaga di level yang baik di level yang sama," ujar Rosan.

Ia menambahkan, kinerja perbankan Himbara saat ini menunjukkan fundamental yang kuat. Data mencatat, rata-rata kinerja pinjaman pada periode 2025-2026 naik sebesar 15%. Tak hanya itu, tingkat likuiditas dan dana pihak ketiga (DPK) juga terjaga dengan pertumbuhan dua digit. Bahkan, rasio kredit bermasalah (NPL) bank Himbara berada di angka yang sangat rendah, antara 0,9% hingga 1,8%. Angka ini jauh di bawah ambang batas aman, menunjukkan kesehatan finansial yang solid.

Senada dengan Rosan, CIO BPI Danantara Pandu Sjahrir menyatakan bahwa Danantara akan selalu mendukung kebijakan yang ditetapkan oleh pembuat kebijakan, dalam hal ini Bank Indonesia. Baik itu kebijakan fiskal maupun moneter. "Kita akan support pasti mereka sudah ada hitungannya. Buat kami Danantara sebagai pelaku kami akan lakukan yang terbaik," tegas Pandu.

Menariknya, baik Rosan maupun Pandu kompak membantah adanya arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto kepada perbankan Himbara untuk menahan suku bunga kredit, meskipun BI telah menaikkan suku bunga acuan. "Tidak ada tidak ada (arahan)," kata Rosan singkat. Pandu menambahkan, "Nggak ada (arahan), itu tadi arahan filosofis saja pembicaraan tentang Indonesia arah kita kemana, saya rasa positif paparannya."

Hal ini mengindikasikan bahwa keputusan terkait suku bunga kredit sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar dan efisiensi internal masing-masing bank, dengan harapan tidak memberatkan pelaku usaha dan masyarakat.

Related Post