Alat Berat Listrik Ubah Wajah Tambang

Author Image

Endang Wulansari

21 Juni 2026, 08:04 WIB

Sektor pertambangan Indonesia bersiap menghadapi era baru. Produsen alat berat global, PT Liugong Machinery Indonesia, melalui Presiden Direktur Levi Lin, menyatakan optimisme tinggi terhadap prospek bisnis alat berat bertenaga listrik (EV) di Tanah Air. Komitmen pemerintah dalam program hilirisasi sektor mineral dan batu bara menjadi pendorong utama, demikian dilansir jabarpos.id.

Transformasi teknologi menuju energi bersih telah membuka gerbang bagi masuknya kendaraan listrik ke ranah operasional pertambangan. Fenomena ini menciptakan peluang signifikan bagi PT Liugong Machinery Indonesia untuk memperluas penetrasi kendaraan listrik di sektor vital tersebut, seiring dengan kesiapan produsen asal China ini dalam memasok kebutuhan pasar.

Alat Berat Listrik Ubah Wajah Tambang
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut Levi Lin, adopsi kendaraan listrik menawarkan sejumlah keunggulan fundamental bagi industri, termasuk pertambangan. Salah satu daya tarik utamanya adalah kemampuan menghemat energi hingga 19%, yang secara langsung berimplikasi pada peningkatan efisiensi bisnis secara menyeluruh.

Selain itu, teknologi kendaraan listrik dikenal memiliki struktur mesin yang lebih sederhana dibandingkan mesin konvensional. Kesederhanaan ini tidak hanya mengurangi kompleksitas perawatan, tetapi juga berpotensi menekan berbagai persoalan operasional yang kerap muncul di lapangan, sehingga meningkatkan keandalan armada.

Langkah proaktif pemerintah dalam mendorong pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia dipandang sebagai fondasi kuat yang akan menopang ekspansi alat berat EV di sektor pertambangan. Dukungan ini krusial untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi transisi energi.

Prospek cerah ini tentu tidak lepas dari berbagai tantangan yang menyertainya. Diskusi mendalam mengenai ekspansi alat berat listrik di sektor tambang Indonesia, termasuk prospek dan tantangannya, sebelumnya telah dibahas dalam dialog eksklusif Serliana Salsabila dengan Levi Lin di program Closing Bell, CNBC Indonesia.

Related Post