Bank Berburu Dana Besar-besaran Ada Apa

Author Image

Endang Wulansari

2 Juli 2026, 18:05 WIB

Sejumlah bank di Indonesia kini tengah gencar menerbitkan obligasi, sebuah langkah strategis di tengah ketatnya persaingan likuiditas pasar. Fenomena ini, sebagaimana diulas oleh jabarpos.id berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), menunjukkan setidaknya tujuh bank telah mengambil jalur ini sepanjang tahun ini.

Salah satu raksasa perbankan Tanah Air, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), misalnya, pada Maret lalu telah sukses menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II tahun 2026. Obligasi yang terbagi dalam tiga seri ini berhasil mengincar dana segar sekitar Rp4,4 triliun. Tidak ketinggalan, bank pembangunan daerah terkemuka, PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) atau Bank BJB, juga merilis Obligasi Keberlanjutan I Tahap II Tahun 2026 pada April lalu, dengan target dana sekitar Rp1 triliun.

Bank Berburu Dana Besar-besaran Ada Apa
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) turut meramaikan pasar obligasi pada April 2026 dengan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Seri A dan Seri B, membidik dana sekitar Rp1,5 triliun. Bank-bank swasta juga aktif. PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) telah menerbitkan obligasi pada Februari dan Juni 2026, sementara PT Bank UOB Indonesia merilis satu seri pada Januari lalu dan akan menyusul dengan tiga seri lagi pada Juli ini. Pada bulan yang sama, PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) bersiap menerbitkan dua seri obligasi, dan PT Bank Victoria International Tbk. (BVIC) juga akan merilis satu seri.

Menurut Kepala Riset Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, fenomena ini tidak lepas dari sengitnya persaingan likuiditas di pasar. Namun, ia menegaskan bahwa langkah ini bukan sinyal bahwa industri perbankan sedang dalam kesulitan.

Trioksa menjelaskan kepada jabarpos.id pada Kamis (2/7/2026) bahwa penerbitan obligasi ini lebih merupakan "strategi pendanaan untuk memperoleh sumber dana jangka menengah dan panjang yang lebih stabil." Hal ini penting di tengah pertumbuhan kredit yang tetap tinggi, biaya dana yang terus meningkat, serta persaingan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang semakin intensif.

Dengan strategi ini, bank dapat menjaga struktur pendanaan mereka tetap sehat dan seimbang. Penerbitan obligasi juga membantu mengurangi ketergantungan pada deposito yang cenderung memiliki biaya lebih tinggi, sekaligus mempertahankan kemampuan bank dalam menyalurkan kredit tanpa harus mengorbankan margin keuntungan mereka. Ini adalah langkah proaktif perbankan untuk memastikan stabilitas dan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Related Post