EMMI Resmi Tetapkan Harga IPO Cek Jadwal Melantainya

Author Image

Endang Wulansari

2 Juli 2026, 12:04 WIB

PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMi) telah menetapkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) mereka di angka Rp 470 per saham. Keputusan ini diumumkan menjelang pencatatan saham perdana perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut laporan jabarpos.id, langkah strategis ini diharapkan dapat menyuntikkan dana segar hingga Rp 245,74 miliar bagi perseroan.

Dalam aksi korporasi ini, EMMi melepas sebanyak 522.857.000 saham baru kepada publik. Jumlah ini merepresentasikan 30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan setelah IPO, memberikan kesempatan bagi investor untuk menjadi bagian dari pertumbuhan perusahaan di sektor kesehatan.

EMMI Resmi Tetapkan Harga IPO Cek Jadwal Melantainya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Jadwal IPO EMMi terbilang padat dan terstruktur. Masa penawaran umum diperkirakan berlangsung dari 2 hingga 6 Juli 2026. Selanjutnya, penjatahan saham akan dilakukan pada 6 Juli 2026, diikuti dengan distribusi saham kepada investor pada 7 Juli 2026. Puncak dari proses ini adalah pencatatan saham resmi di BEI yang dijadwalkan pada 8 Juli 2026.

Dana yang berhasil dihimpun dari IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan secara cermat untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan dan mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan. Ini menunjukkan komitmen EMMi dalam mengoptimalkan penggunaan modal demi pertumbuhan jangka panjang.

Secara rinci, sekitar Rp 50 miliar akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok pinjaman perseroan, mengurangi beban keuangan. Sekitar 6,4% dari dana tersebut akan dialokasikan untuk belanja modal, khususnya pembangunan gedung pabrik di Cikupa, yang akan meningkatkan kapasitas produksi. Porsi terbesar, yakni sekitar 72,3%, akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, termasuk pembelian barang untuk proyek soft loan serta pengadaan bahan baku dan persediaan guna menunjang operasional inti bisnis EMMi.

Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja, menekankan pentingnya penguatan modal kerja dan kapasitas usaha. "Hal ini menjadi krusial seiring dengan meningkatnya kebutuhan fasilitas kesehatan terhadap alat-alat kesehatan," ujarnya, menggarisbawahi relevansi bisnis EMMi yang bergerak di bidang penyediaan alat kesehatan di tengah permintaan pasar yang terus meningkat.

Penawaran umum perdana saham EMMi ini dijamin dengan skema full commitment oleh dua penjamin pelaksana emisi efek terkemuka, yaitu PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT INA Sekuritas Indonesia, memberikan kepercayaan tambahan bagi calon investor.

Dari sisi kinerja keuangan, EMMi menunjukkan pertumbuhan yang impresif. Pada tahun buku 2025, perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp 34,13 miliar, meningkat signifikan dari laba tahun sebelumnya yang hanya Rp 11 miliar. Peningkatan laba ini didukung oleh penjualan bersih perusahaan sepanjang 2025 yang tercatat mencapai Rp 454,63 miliar, menunjukkan fundamental bisnis yang kuat.

Pada awal pendiriannya, struktur kepemilikan saham EMMi terdiri dari Surya Gunawan Widjaja dengan porsi 55%, Eddy Lie sebesar 35%, dan Andre Fajar Surya Gunawan sebesar 10%, mencerminkan basis kepemilikan yang solid sebelum melantai di bursa.

Related Post