Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026, dengan mencatatkan penguatan signifikan. Namun, di balik euforia kenaikan indeks, investor asing justru terpantau melakukan aksi jual bersih yang cukup besar. Informasi ini dihimpun oleh jabarpos.id dari berbagai sumber pasar yang memantau pergerakan bursa.
Pada penutupan perdagangan, IHSG berhasil melesat 1,19%, mencapai level 5.986,5. Kenaikan ini didukung oleh dominasi saham-saham yang bergerak di zona hijau, di mana sebanyak 450 emiten berhasil menguat. Sementara itu, 222 emiten lainnya berakhir di zona merah, dan 289 emiten sisanya terpantau stagnan.
Meskipun indeks menguat, volume transaksi di pasar masih terbilang cukup sepi. Total nilai transaksi hanya mencapai Rp 10,37 triliun, melibatkan 21,28 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1,66 juta kali transaksi. Angka ini menunjukkan bahwa penguatan IHSG tidak diiringi oleh gairah transaksi yang masif dari seluruh pelaku pasar.
Also Read
Kontras dengan penguatan IHSG, investor asing justru mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp 176,83 miliar di seluruh pasar. Penjualan ini terbagi menjadi Rp 205,38 miliar di pasar reguler dan Rp 28,55 miliar di pasar negosiasi dan tunai. Aksi jual ini menimbulkan pertanyaan mengenai sentimen investor asing terhadap pasar saham domestik, meskipun indeks secara keseluruhan sedang dalam tren positif.
Berdasarkan data yang dikutip dari Stockbit, sejumlah saham pilihan menjadi target aksi lepas oleh investor asing. Meskipun IHSG ditutup menguat, beberapa emiten justru dilepas secara kompak oleh investor global, menunjukkan adanya pergeseran strategi atau pandangan terhadap prospek saham-saham tersebut di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.






