Dana BRI Melonjak Untung Melejit

Author Image

Endang Wulansari

8 Juli 2026, 21:04 WIB

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus membuktikan efektivitas transformasi bisnisnya. Dengan strategi jitu yang menitikberatkan pada penguatan struktur pendanaan, bank pelat merah ini berhasil menekan biaya dana (cost of fund/CoF) secara signifikan. Keberhasilan ini, seperti dilaporkan jabarpos.id, tidak hanya memperkuat kualitas pertumbuhan bisnis Perseroan, tetapi juga menunjukkan ketangguhan di tengah gejolak ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Data terbaru menunjukkan, hingga Maret 2026, BRI sukses mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.555,1 triliun, mencatatkan pertumbuhan impresif 9,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Yang lebih menarik, porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) dalam DPK konsolidasi kian mendominasi, mencapai Rp1.058,6 triliun. Angka ini setara dengan 68,07% dari total DPK, meningkat dari 65,77% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dana BRI Melonjak Untung Melejit
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Efisiensi pendanaan ini berbuah manis dengan penurunan signifikan pada biaya dana (cost of fund) BRI. Tercatat, CoF Perseroan anjlok dari 2,98% pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33% pada Triwulan I 2026, atau setara dengan penurunan 65 basis poin. Ini menegaskan kemampuan BRI dalam mengelola sumber dana secara lebih optimal, membuka ruang lebih besar untuk profitabilitas.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa penguatan dana murah atau CASA merupakan pilar utama dalam program transformasi yang sedang digencarkan Perseroan. "Peningkatan CASA secara langsung berdampak pada efisiensi biaya dana dan kualitas struktur pendanaan kami. Tingginya volume transaksi yang terjadi pada berbagai kanal digital seperti BRImo, QLola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI turut menjadi penopang," jelas Hery dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2026). Ia menambahkan, dengan fondasi yang kokoh ini, BRI mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan manajemen risiko.

Keberhasilan dalam memperkuat struktur pendanaan ini secara langsung menopang kinerja gemilang Perseroan secara keseluruhan. Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI Group tercatat tumbuh 7,2% secara tahunan, mencapai angka fantastis Rp2.250 triliun. Tak hanya itu, penyaluran kredit dan pembiayaan juga menunjukkan pertumbuhan kuat 13,7% menjadi Rp1.562 triliun. Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasian Perseroan melonjak 13,7% menjadi Rp15,5 triliun.

Sejalan dengan capaian BRI, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pelaksana BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa Danantara konsisten mendorong transformasi menyeluruh pada perusahaan-perusahaan BUMN. Tujuannya adalah agar BUMN memiliki fundamental bisnis yang kokoh dan berkelanjutan. "Danantara hadir untuk memastikan BUMN tidak hanya tumbuh dari sisi skala bisnis, tetapi juga semakin sehat dari sisi tata kelola, efisiensi, dan manajemen risiko," ungkap Dony. Ia menambahkan, dengan fondasi yang kuat, BUMN akan memiliki daya saing yang lebih tinggi dan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Menurut Dony, penguatan manajemen risiko dan tata kelola yang baik adalah fondasi krusial agar BUMN dapat bertahan dan berkembang secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. "Kami ingin membangun manajemen risiko dan tata kelola yang kuat, karena hanya perusahaan yang dikelola dengan baik yang dapat sustain di masa depan," pungkasnya, menekankan pentingnya integritas dan efisiensi dalam operasional BUMN.

Related Post