Bank Neo Commerce Siap Bagi Dividen Setelah Ini

Author Image

Endang Wulansari

1 Agustus 2026, 04:04 WIB

PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), atau BNC, mengumumkan target ambisius untuk menuntaskan saldo defisitnya dalam dua tahun mendatang. Informasi yang dihimpun jabarpos.id menyebutkan bahwa langkah ini krusial sebelum bank digital tersebut dapat kembali membagikan dividen kepada para pemegang saham.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, BNC masih mencatatkan saldo defisit yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp 1,43 triliun. Terakhir kali bank ini membagikan dividen tercatat pada tahun 2020, sebuah periode yang kini menjadi patokan untuk dicapai kembali.

Bank Neo Commerce Siap Bagi Dividen Setelah Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Utama BNC, Eri Budiono, dalam sebuah media gathering di Rumah Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026), menyatakan optimisme bahwa saldo defisit dapat teratasi lebih cepat dari perkiraan. "Kalau kita bisa terus run rate yang saat ini, tahun 2027 mungkin kita bisa selesaikan itu," ujar Eri, mengindikasikan bahwa kinerja positif yang berkelanjutan adalah kunci.

Eri menjelaskan bahwa selama bank yang kini dimiliki oleh Akulaku Silvrr Indonesia ini masih memiliki saldo defisit, pembagian dividen tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu, penutupan saldo defisit secara organik menjadi prioritas utama manajemen. "Nanti begitu secara organik kita bisa menyelesaikan saldo defisit itu, ya tentunya dividen akan kita pikirkan ya. Tentunya ya sesuai dengan Pembicaraan dengan PSP dan dewan komisaris kita. Tetapi saat ini kita belum bisa selesaikan saldo defisit tersebut," tambahnya, menegaskan komitmen untuk mempertimbangkan dividen setelah kondisi keuangan membaik.

Optimisme BNC didukung oleh kinerja keuangan yang solid. Hingga Semester I-2026, bank ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp294,85 miliar, tumbuh 6,81% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total aset perusahaan juga tercatat sebesar Rp17,45 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp12,30 triliun.

Peningkatan juga terlihat pada dana tabungan yang mencapai Rp3,39 triliun, naik 2,10% secara tahunan (yoy). Dari sisi pendapatan, Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) tercatat impresif sebesar Rp1,11 triliun, sementara pendapatan berbasis komisi (Fee Based Income) melonjak 6,77% yoy menjadi Rp59,66 miliar. Angka-angka ini menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan yang menjadi modal penting bagi BNC untuk mencapai target bebas defisit dan memberikan nilai tambah bagi investor di masa depan.

Related Post