Alat Berat Listrik Kunci Revolusi Tambang

Author Image

Endang Wulansari

1 Agustus 2026, 18:04 WIB

jabarpos.id – Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menyerukan adopsi alat berat bertenaga listrik (EV) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi di sektor pertambangan. Namun, di balik potensi besar ini, kontraktor tambang mengharapkan uluran tangan pemerintah berupa keringanan pajak. Direktur Eksekutif ASPINDO, Bambang Tjahjono, mengungkapkan bahwa produksi batu bara nasional saat ini telah mencapai puncaknya, menandakan perlunya inovasi untuk menjaga performa industri.

Bambang menjelaskan, meskipun ada ruang untuk peningkatan produksi hingga 20%, mencapai angka lebih tinggi dari itu akan sangat sulit tanpa pembukaan tambang baru. Ia mencontohkan, jika Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 direvisi, produksi batu bara mungkin bisa didorong hingga 700 juta ton. Namun, melampaui target tersebut menjadi tantangan besar yang membutuhkan pendekatan berbeda.

Alat Berat Listrik Kunci Revolusi Tambang
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam menghadapi stagnasi produksi dan tuntutan efisiensi, ASPINDO melihat kendaraan listrik tambang, seperti truk besar EV, sebagai solusi menjanjikan. Pemanfaatan teknologi ini diyakini dapat mengoptimalkan kinerja operasional, menekan biaya jangka panjang, serta sejalan dengan komitmen keberlanjutan dan pengurangan emisi karbon.

Oleh karena itu, para pelaku usaha jasa pertambangan sangat berharap pemerintah dapat memberikan dukungan konkret melalui kebijakan fiskal. Keringanan pajak untuk pembelian dan penggunaan alat berat tambang berbasis listrik dianggap krusial untuk mempercepat transisi teknologi ini dan mendorong investasi di sektor yang vital bagi perekonomian nasional.

Pernyataan ini disampaikan Bambang Tjahjono dalam sebuah dialog eksklusif dengan Mercy Widjaja di program Closing Bell CNBC Indonesia, yang membahas prospek dan tantangan yang dihadapi kontraktor pertambangan di tengah dinamika industri saat ini.

Related Post