IKN Diserbu Investor China Ini Alasan Utamanya

Author Image

Endang Wulansari

1 Agustus 2026, 08:04 WIB

Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menorehkan sejarah baru dalam peta investasi global. Sebuah tonggak penting terukir saat perusahaan penanaman modal asing (PMA) raksasa asal Tiongkok, PT Star Bright International Investment, secara resmi memulai pembangunan proyek kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun. Menurut laporan jabarpos.id, konstruksi perdana oleh investor asing ini berlokasi strategis di Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.

PT Star Bright International Investment, entitas global yang berfokus pada investasi, pengembangan properti, dan manajemen proyek, tidak datang sendirian. Mereka menggandeng Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd. dari Sichuan, Tiongkok, sebuah perusahaan dengan rekam jejak lebih dari dua dekade di bidang konstruksi. Di atas lahan seluas 15.501 meter persegi, proyek ambisius ini akan menjelma menjadi kawasan terpadu modern. Rencananya, akan tersedia apartemen beragam tipe (satu hingga tiga kamar tidur), restoran, area ritel, dan perkantoran. Fasilitas pendukungnya pun tak main-main: kolam renang, pusat kebugaran, area komersial, hingga ruang terbuka hijau, semuanya dirancang dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan visi IKN.

IKN Diserbu Investor China Ini Alasan Utamanya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyoroti keunggulan lokasi proyek ini. "Lokasi ini sangat istimewa," tegas Basuki. "Dari sini, kita bisa memandang langsung Istana Negara, serta kawasan yudikatif dan legislatif yang sedang dalam tahap pembangunan. Kami berkomitmen untuk menuntaskan seluruh kawasan inti ini pada tahun 2028." Penempatan di jantung pemerintahan Nusantara ini jelas menambah daya tarik investasi.

Optimisme tinggi terpancar dari Direktur Utama PT Star Bright International Investment, Lu Keming. Ia mengungkapkan alasan di balik keberanian investasinya. "Saya punya pengalaman menyaksikan pembangunan kota dari nol, dari kondisi yang masih kosong," tutur Lu Keming. "Saya sangat yakin IKN akan menjelma menjadi kota yang luar biasa indah karena dirancang dan dibangun dari awal." Lebih lanjut, Lu Keming membocorkan bahwa timnya dari Tiongkok juga melirik peluang investasi di sektor perhotelan dan pariwisata, menunjukkan kepercayaan jangka panjang pada potensi IKN.

Komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi lokal juga menjadi prioritas. Proyek ini dipastikan melibatkan kontraktor dari Kalimantan Timur, sebuah langkah strategis untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Tak hanya itu, kehadiran PT Dian Jaya Indonesia, investor asal Korea Selatan yang juga akan membangun apartemen dan hotel di kawasan serupa, semakin menggarisbawahi daya pikat IKN. Realisasi investasi dari berbagai negara ini menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan komunitas bisnis global terhadap visi dan pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Acara groundbreaking ini tidak hanya dihadiri oleh para eksekutif proyek, tetapi juga menjadi magnet bagi rombongan delegasi bisnis dan calon investor dari Tiongkok. Nama-nama besar seperti Wan Tong Group, China Minsheng Bank, Jiangsu Qi He Technology, hingga Hainan Chamber of Commerce turut hadir, mengindikasikan minat yang masif. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan sinyal kuat bahwa IKN kini dipandang sebagai salah satu destinasi investasi paling menjanjikan di mata dunia, memperkuat posisinya di panggung ekonomi global.

Related Post