Duo miliarder ayah dan anak, Raj Kumar dan Kishin RK, kembali mengukir jejak ambisius di kancah properti regional. Melalui entitas bisnis mereka, Royal Holdings dan RB Capital, mereka dilaporkan telah menuntaskan kesepakatan akuisisi sebuah pusat perbelanjaan mewah di kawasan ikonik Orchard Road, Singapura. Nilai transaksi yang mencapai S$310 juta, atau setara dengan sekitar Rp4,3 triliun, sontak menjadi sorotan. Demikian informasi yang berhasil dihimpun jabarpos.id dari berbagai sumber terpercaya.
Akuisisi ini dilakukan dengan mekanisme pembelian seluruh saham Wharf Estates Singapore, entitas yang sebelumnya memegang kepemilikan penuh atas properti ritel tersebut. Proses transaksi, yang difasilitasi oleh konsultan properti terkemuka CBRE, diperkirakan akan rampung sepenuhnya pada bulan November mendatang, menandai babak baru bagi pusat perbelanjaan ini.
Pusat perbelanjaan yang dimaksud adalah Scotts Square, sebuah mal ritel freehold empat lantai yang strategis di Orchard Road, salah satu distrik belanja paling premium di Singapura. Dengan total luas kotor mencapai 130.875 kaki persegi (sekitar 12.160 meter persegi), harga akuisisi ini mencerminkan valuasi S$2.369 per kaki persegi atau sekitar US$20.170 per meter persegi. Scotts Square sendiri menawarkan area yang dapat disewakan seluas hampir 76.660 kaki persegi, menjadikannya aset komersial yang menjanjikan.
Also Read
Scotts Square dikenal sebagai rumah bagi sejumlah merek global ternama, termasuk Bang & Olufsen dan Vivienne Westwood, yang menarik segmen pasar kelas atas. Menariknya, mal ini bukan entitas tunggal, melainkan bagian integral dari sebuah pengembangan mixed-use yang lebih besar, lengkap dengan dua menara hunian mewah. Kepemilikan Scotts Square menyumbang sekitar 43,3% dari total nilai pengembangan tersebut, sementara sisanya dimiliki secara strata oleh para penghuni apartemen di kedua menara.
Sebelum kesepakatan ini tercapai, Scotts Square sempat ditawarkan ke pasar pada awal tahun 2024 oleh konsultan properti Savills dengan harga awal S$450 juta. Namun, angka tersebut kemudian direvisi turun menjadi S$380 juta saat CBRE mengambil alih proses expression-of-interest. Penurunan harga signifikan ini menunjukkan dinamika pasar properti yang kompetitif, hingga akhirnya mencapai kesepakatan final yang menguntungkan bagi pembeli.






