IHSG Melaju Pesat Tembus Level 5400

Author Image

Endang Wulansari

22 Oktober 2026, 12:31 WIB

Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang luar biasa mengejutkan pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Setelah sempat mengalami tekanan hebat di awal sesi dengan penurunan tajam hingga 2 persen, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melakukan aksi pembalikan arah atau rebound yang sangat impresif. Hingga pukul 10:07 WIB, indeks terpantau melonjak menguat 1,35 persen dan berhasil menyentuh level psikologis penting di angka 5.400.

Fenomena penguatan ini terjadi di tengah kondisi nilai tukar Rupiah yang masih menunjukkan kerentanan. Rupiah tercatat mengalami pelemahan tipis sebesar 0,25 persen, sehingga bertengger di level Rp 18.045 per Dolar AS. Meskipun mata uang Garuda sedang diuji oleh tekanan dolar, optimisme investor di pasar saham tetap mampu mendongkrak indeks ke zona hijau.

IHSG Melaju Pesat Tembus Level 5400
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sentimen positif di pasar saham ini juga tidak lepas dari dinamika global yang sedang memanas. Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah perhatian Presiden Prabowo terhadap indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International). Perhatian pemerintah terhadap indeks global ini diharapkan dapat memberikan sinyal positif bagi aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik.

Kondisi geopolitik dunia, khususnya konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah, turut memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga komoditas dunia. Di pasar komoditas berjangka, harga minyak mentah jenis Brent menunjukkan tren kenaikan yang sangat agresif. Harga minyak dunia kini bergerak mendekati level krusial USD 110 per barel, yang dipicu oleh ketidakpastian pasokan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kenaikan harga energi ini juga merembet ke sektor batu bara. Harga batu bara saat ini dilaporkan sedang merangkak naik dan hampir menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Kondisi ini menjadi angin segar bagi emiten-emiten pertambangan di Indonesia, yang diharapkan dapat mendongkrak kinerja keuangan mereka di kuartal mendatang.

Namun, di sisi lain, pasar logam mulia justru menunjukkan tren yang berbeda. Harga emas dunia terpantau mengalami tekanan dan cenderung menurun. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran para pelaku pasar terhadap potensi inflasi yang masih membayangi ekonomi global. Selain itu, investor masih bersikap waspada dalam menyikapi arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Ketidakpastian mengenai kapan The Fed akan mengubah arah kebijakan moneter mereka membuat investor cenderung menghindari aset safe haven seperti emas untuk sementara waktu.

Secara keseluruhan, pasar keuangan hari ini mencerminkan volatilitas yang sangat tinggi. Meskipun ada tekanan dari nilai tukar dan ketidakpastian suku bunga global, kekuatan fundamental pasar saham Indonesia dan lonjakan harga komoditas energi menjadi motor penggerak utama yang membawa IHSG kembali ke jalur pertumbuhan. Para pelaku pasar kini tengah memantau dengan seksama bagaimana perkembangan geopolitik akan memengaruhi stabilitas ekonomi di sisa pekan ini.

Related Post