Jabarpos.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus melakukan transformasi mendalam di sektor pasar modal Indonesia. Langkah reformasi ini dilakukan bukan sekadar untuk merespons dinamika dari penyedia indeks global, melainkan sebagai bagian dari agenda besar pemerintah untuk memperkuat fundamental ekonomi nasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa segala upaya perbaikan yang tengah digulirkan saat ini merupakan langkah strategis yang telah direncanakan sejak awal tahun. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia untuk memperbaiki berbagai celah yang masih ada di industri keuangan.
"Kami melakukan perbaikan ini bukan karena tekanan atau pengaruh dari satu penyedia indeks global tertentu. Sejak Januari, sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami sudah berkomitmen melakukan perbaikan pada aspek-aspek yang masih dirasa kurang," ujar Friderica saat memberikan keterangan di Istana Negara, Rabu (21/10/2026).
Also Read
Menurut wanita yang akrab disapa Kiki tersebut, fokus utama OJK saat ini adalah memperkuat tiga pilar utama, yakni integritas, transparansi, dan likuiditas pasar. Ketiga elemen ini dianggap sebagai kunci utama untuk membangun kepercayaan investor, baik domestik maupun mancanegara, sehingga pasar modal Indonesia dapat menjadi instrumen investasi jangka panjang yang aman dan menguntungkan bagi masyarakat luas.
Terkait isu mengenai potensi penurunan status bursa Indonesia oleh MSCI, dari kategori emerging market menjadi standalone, Kiki menilai kekhawatiran tersebut tidak memiliki dasar yang cukup kuat. Ia meyakini bahwa jika melihat data komparatif antarnegara, performa pasar modal Indonesia sebenarnya masih berada di posisi yang kompetitif dibandingkan negara-negara lain yang sudah masuk dalam kategori standalone.
"Jika Anda melihat data-data perbandingan dengan negara lain, posisi kita sebenarnya cukup baik. Memang mungkin masih ada beberapa catatan, terutama terkait penegakan hukum atau enforcement, namun kami telah mengambil langkah nyata. Sebagai contoh, baru-baru ini kami telah mengumumkan denda terbesar dalam sejarah pasar modal sebagai bentuk ketegasan kami," tambahnya.
Saat ini, pelaku pasar tengah menantikan keputusan final dari lembaga indeks global tersebut. Meski demikian, OJK memastikan tidak akan kendur dalam upayanya menjaga agar Indonesia tetap berada dalam jajaran emerging market. Dukungan penuh dari Presiden serta koordinasi lintas kementerian menjadi modal utama OJK dalam menjaga kredibilitas bursa tanah air.
OJK optimis bahwa dengan penguatan regulasi dan pengawasan yang lebih ketat, pasar modal Indonesia akan semakin tangguh menghadapi fluktuasi global dan mampu menarik lebih banyak aliran modal masuk yang akan memperkuat stabilitas ekonomi nasional.






