Saham BUMN Meroket Drastis

Author Image

Endang Wulansari

23 Oktober 2026, 04:04 WIB

Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia menyaksikan fenomena menarik pada perdagangan hari ini. Mayoritas saham milik perusahaan pelat merah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhasil mencatatkan performa impresif dengan bergerak di zona hijau. Berdasarkan data dari Stockbit, sebanyak 19 saham BUMN dari berbagai sektor sukses ditutup menguat, mulai dari sektor perbankan, telekomunikasi, konstruksi, hingga energi.

Lonjakan harga saham ini dipicu oleh tingginya aktivitas pembelian besar-besaran di pasar. Selain itu, adanya program pembelian kembali saham atau buyback yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan negara menjadi katalis positif yang mendorong kepercayaan investor. Beberapa nama besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) menjadi motor utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Saham BUMN Meroket Drastis
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pergerakan IHSG hari ini sempat menunjukkan dinamika yang cukup tajam. Pada pembukaan perdagangan, indeks sempat tertekan ke zona merah dengan penurunan hingga mencapai level 2% di angka 5.247,98. Namun, berkat aksi beli pada saham-sam BUMN, indeks berhasil melakukan reversal atau berbalik arah secara perlahan hingga mencapai level tertinggi harian di 5.422,59. Pada akhirnya, IHSG ditutup menguat 1,12% ke level 5.387,91.

Volume transaksi yang tercatat juga sangat masif, mencapai 331,29 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp15,31 triliun.

Beberapa saham BUMN mencatatkan kenaikan yang signifikan, di antaranya PT PP Properti Tbk. (PPRO) yang melonjak 7,14% ke level Rp15. Disusul oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) yang naik 5,11% ke Rp2.470, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang menguat 4,92% ke Rp3.410. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga naik 4,05% ke Rp3.850, sementara PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menguat 3,77% ke level Rp2.200.

Sentimen positif ini juga didorong oleh rencana strategis perusahaan BUMN dalam mengelola modal. Sebagai contoh, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) telah mengalokasikan dana sebesar Rp1,17 triliun untuk program buyback periode 2026-2027. Begitu pula dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang menyiapkan dana hingga Rp4 triliun untuk mempercepat pembelian kembali sahamnya.

Di sisi lain, kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia turut memberikan warna di pasar modal. Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa tekanan pasar saat ini justru menjadi peluang emas bagi Danantara untuk masuk ke pasar saham Indonesia.

"Kami sudah mulai membeli saham-saham yang dianggap efektif. Kami akan terus bergerak selama harga masih menarik dan memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan," ujar Pandu dalam sebuah pertemuan di Jakarta.

Danantara fokus pada perusahaan BUMN karena dinilai memiliki fundamental yang sangat kuat dengan valuasi yang masih kompetitif. Strategi investasi ini dilakukan dengan pertimbangan matang antara risiko dan imbal hasil (risk-reward) guna memastikan pertumbuhan aset yang berkelanjutan di masa depan.

Related Post