Trimegah Borong Saham ENRG

Author Image

Endang Wulansari

25 Oktober 2026, 06:31 WIB

Jabarpos.id – Dunia pasar modal tanah air kembali dikejutkan dengan pergerakan masif dari salah satu pemain besar di industri sekuritas. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) dilaporkan melakukan aksi korporasi yang cukup agresif dengan memborong saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), salah satu emiten andalan milik Grup Bakrie. Langkah ini memicu berbagai spekulasi di kalangan investor mengenai apa yang sebenarnya sedang direncanakan oleh Trimegah di balik pembelian saham energi tersebut.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun, Trimegah Sekuritas melakukan pembelian saham ENRG dalam jumlah besar pada tanggal 21 Oktober 2026. Dalam transaksi tersebut, sekuritas ini menyuntikkan dana segar sebesar Rp135,43 miliar untuk menambah kepemilikan mereka. Secara mendetail, Trimegah berhasil mengamankan tambahan sebanyak 156,57 juta lembar saham dengan harga eksekusi di level Rp865 per saham.

Trimegah Borong Saham ENRG
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Aksi borong ini bukanlah kali pertama yang dilakukan oleh Trimegah dalam waktu dekat. Jika menilik catatan sebelumnya, pada 16 Oktober 2026, Trimegah juga telah melakukan transaksi serupa dengan nilai yang jauh lebih fantastis, yakni mencapai Rp245,13 miliar. Pada saat itu, mereka membeli sebanyak 265 juta saham ENRG dengan harga Rp925 per saham. Rentetan pembelian ini menunjukkan adanya kepercayaan atau strategi khusus yang sedang dijalankan oleh manajemen Trimegah terhadap prospek emiten energi tersebut.

Melalui keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), terlihat adanya peningkatan signifikan pada porsi kepemilikan saham Trimegah di ENRG. Sebelum transaksi terakhir ini dilakukan, Trimegah tercatat memiliki 3.700.194.922 saham. Namun, setelah suntikan dana terbaru, jumlah kepemilikan mereka melonjak menjadi 3.856.764.922 saham. Dampak dari penambahan ini juga merambah pada kekuatan suara di perusahaan, di mana hak suara Trimegah di ENRG naik dari semula 10,78% menjadi 11,24%.

Menariknya, kedua transaksi besar ini diklaim memiliki tujuan yang sama, yakni melalui mekanisme reverse repo. Dalam dunia keuangan, reverse repo merupakan sebuah transaksi di mana pihak pembeli sepakat untuk membeli kembali efek atau saham yang telah dibeli pada waktu dan harga yang telah ditentukan sebelumnya. Mekanisme ini sering kali digunakan sebagai instrumen manajemen likuiditas atau strategi investasi jangka pendek hingga menengah yang terukur.

Meskipun secara teknis disebut sebagai reverse repo, para pelaku pasar tetap mengamati apakah langkah ini akan berdampak pada stabilitas harga saham ENRG di masa depan. Kenaikan kepemilikan saham oleh institusi besar seperti Trimegah biasanya menjadi sinyal positif bagi sentimen pasar, namun investor tetap dihimbau untuk waspada dan memperhatikan dinamika sektor energi serta kondisi fundamental Grup Bakrie secara menyeluruh. Melansir informasi dari jabarpos.id, pergerakan ini menjadi catatan penting bagi para trader yang memantau pergerakan saham-saham blue chip maupun emiten energi di bursa.

Related Post