Jabarpos.id – Perjalanan panjang sebuah negara untuk memulihkan kepercayaan dunia finansial bukanlah perkara mudah. Yunani, yang sempat terpuruk akibat krisis utang hebat, kini berhasil membuktikan ketangguhannya. Setelah bertahun-tahun berjuang melawan badai ekonomi, pasar saham Yunani akhirnya berhasil mencatatkan sejarah baru dengan kembali masuk ke dalam jajaran pasar maju (developed market).
Kembalinya status Yunani ini menjadi sebuah anomali yang mengagumkan. Jika menilik ke belakang, pada tahun 2013, Morgan Stanley Capital International (MSCI) sempat menjatuhkan status Yunani dari pasar maju menjadi pasar berkembang (advanced emerging market). Langkah tersebut diambil saat kondisi ekonomi Yunani sedang berada di titik nadir akibat krisis utang yang mengguncang stabilitas kawasan Eropa.
Namun, momentum kebangkitan itu kini nyata. Berdasarkan laporan dari Euronews, penyedia indeks global FTSE Russell secara resmi telah mengubah klasifikasi pasar saham Yunani menjadi pasar maju, yang mulai berlaku sejak September lalu. Perubahan ini merupakan pengakuan dunia atas keberhasilan rangkaian reformasi ekonomi yang telah dijalankan pemerintah Yunani selama bertahun-tahun untuk memulihkan kepercayaan para investor global.
Also Read
Dampak dari perubahan klasifikasi ini sangat signifikan bagi pasar modal setempat. Sebanyak 62 saham perusahaan Yunani kini berpindah dari indeks pasar berkembang ke indeks pasar maju. Hal ini membuka pintu lebar bagi masuknya modal internasional, terutama dari investor institusi dan pengelola dana besar yang secara khusus hanya berinvestasi pada indeks pasar maju.
CEO Athens Exchange Group, Yianos Kontopoulos, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah tonggak sejarah yang sangat krusial. Menurutnya, kenaikan status ini tidak hanya memperluas basis investor internasional, tetapi juga membuka peluang pembiayaan baru yang lebih luas bagi perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa saham Yunani.
Selain FTSE Russell, penyedia indeks STOXX juga memberikan pengakuan serupa. Hal ini memungkinkan sembilan perusahaan besar Yunani, termasuk National Bank of Greece, Eurobank, hingga Alpha Bank, untuk masuk ke dalam indeks bergengsi STOXX Europe 600. Fenomena ini memicu lonjakan transaksi yang luar biasa di Bursa Athena.
Data dari situs keuangan Euro2day menunjukkan bahwa nilai transaksi saham di Athena sempat menembus rekor fantastis sebesar 4,26 miliar euro pada saat pengumuman tersebut. Angka ini jauh melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada Mei 2008. Lonjakan ini terjadi karena adanya penyesuaian portofolio besar-besaran, di mana dana yang mengikuti indeks pasar berkembang harus menjual saham Yunani, sementara dana pasar maju harus segera membelinya.
Kenaikan status bursa ini juga dibarengi dengan membaiknya fundamental keuangan negara. Lembaga pemeringkat dunia seperti Moody’s telah mengubah prospek peringkat utang Yunani menjadi positif, sementara Scope Ratings turut menaikkan peringkat negara tersebut. Faktor-faktor seperti penurunan beban utang, surplus anggaran, dan peningkatan penerimaan pajak menjadi kunci utama di balik pemulihan ini.
Menteri Keuangan Yunani, Kyriakos Pierrakakis, menegaskan bahwa meskipun pencapaian ini membuktikan kredibilitas negara, pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga disiplin fiskal dan terus mendorong reformasi demi produktivitas jangka panjang. Melalui laporan jabarpos.id, terlihat bahwa kisah Yunani adalah bukti nyata bahwa reformasi yang konsisten dapat mengubah nasib sebuah ekonomi di mata dunia.






