jabarpos.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membuka wacana yang cukup mengejutkan: merekrut warga negara asing (WNA) untuk menduduki posisi puncak di perusahaan BUMN. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menekankan bahwa langkah ini memerlukan analisis mendalam dan kriteria yang ketat.
Menurut Rosan, ekspatriat yang berpotensi memimpin BUMN harus memiliki pengetahuan mendalam, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu membawa perusahaan bersaing di kancah global. "Kita akan benar-benar menganalisa. Ekspat yang kita bawa harus bisa memberikan transfer teknologi, pengetahuan, dan membawa BUMN kita mencapai standar internasional," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/10).
Standar tata kelola manajerial yang baik menjadi kunci. Rosan berharap, kehadiran WNA dapat meningkatkan good governance dan memberantas praktik korupsi di tubuh BUMN. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menyehatkan BUMN dan mencapai kinerja maksimal.
Also Read
Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah melakukan perombakan besar-besaran dalam jajaran direksi dan komisaris. Dua WNA bahkan ditunjuk sebagai direktur, sebuah langkah yang menurut Rosan sebagai bukti keseriusan Danantara dalam menyehatkan Garuda.
"Ada dua orang ekspatriat yang masuk di dalam manajemen, dengan background dari Singapore Airlines, dari Qantas, untuk posisi CFO dan Chief of Transformation Officer," ungkap Rosan. Ia menambahkan, penyehatan Garuda bukanlah tugas mudah, namun perbaikan dari sisi manajemen menjadi prioritas.
Rosan menegaskan, perombakan di Garuda bertujuan untuk memperkuat perusahaan secara keseluruhan, baik dari segi bisnis, finansial, maupun perencanaan kinerja. "Kita ingin transformasi Garuda dapat dilakukan secara cepat dan efisien," pungkasnya.






