Beranda / Berita / Merger Garuda dan Pelita Air, Jadi atau Batal? Ini Kata Bos Garuda!

Merger Garuda dan Pelita Air, Jadi atau Batal? Ini Kata Bos Garuda!

Merger Garuda dan Pelita Air, Jadi atau Batal? Ini Kata Bos Garuda!

Jabarpos.id, Jakarta – Rencana penggabungan (merger) antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dan Pelita Air terus menjadi sorotan. Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Sugiarto Oentoro, mengungkapkan bahwa pembahasan terkait aksi korporasi ini masih berlangsung intensif dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan PT Pertamina (Persero).

"Itu adalah satu yang kita masih dalam tahap pembicaraan dengan pemegang saham yaitu Danantara dan juga dengan Pertamina," ungkap Thomas dalam konferensi pers virtual, Kamis (27/11). Ia menambahkan bahwa kajian mendalam sedang dilakukan untuk melihat berbagai opsi yang memungkinkan, namun belum bisa memberikan detail lebih lanjut.

Baca juga:  Overload, TPA Cipayung Ditutup Desember 2024
Merger Garuda dan Pelita Air, Jadi atau Batal? Ini Kata Bos Garuda!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa proses konsolidasi terus berjalan dan akan dilaporkan kepada BPI Danantara untuk penilaian dan keputusan final. Komunikasi dengan Garuda Indonesia telah terjalin sejak awal, namun proses tetap mengikuti mekanisme yang ditetapkan.

Rencana merger ini pertama kali diungkapkan oleh Simon dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI pada Kamis (11/9/2025). Langkah ini bertujuan untuk menjaga reputasi perusahaan dan memperkuat kepercayaan stakeholder.

Baca juga:  Tarif Baru Royalti Minerba: Selamat Tinggal Ketimpangan?

Rumor merger Pelita Air dan Garuda Indonesia telah beredar sejak tahun lalu. Manajemen Garuda Indonesia bahkan telah mengakui adanya rencana merger dengan anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut.

Manajemen Garuda menyebutkan bahwa perseroan tengah menyusun kajian awal dan berdiskusi dengan pihak terkait, khususnya Kementerian BUMN, untuk mengoptimalkan sinergi bisnis dan memperkuat ekosistem transportasi udara di Indonesia.

Baca juga:  PLN Menggandakan Energi Terbarunya, Dengan Target 47 GW Selama 10 tahun

Menteri BUMN saat itu, Erick Thohir, menjelaskan bahwa penggabungan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan armada pesawat di Indonesia. Garuda akan menjadi maskapai premium, Pelita Air menjadi premium ekonomi, dan akan ada opsi low cost.