Misteri Triliunan Rupiah Menganggur di Bank

Author Image

Endang Wulansari

9 Januari 2026, 04:04 WIB

Fenomena menarik tengah menyelimuti sektor perbankan nasional. Triliunan rupiah fasilitas pinjaman yang siap disalurkan justru belum tersentuh oleh nasabah. Data terbaru dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan adanya ‘kredit nganggur’ dalam jumlah fantastis, sebuah kondisi yang turut dikomentari oleh PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII). Menurut laporan jabarpos.id, situasi ini memicu pertanyaan tentang dinamika permintaan kredit di tengah masyarakat.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 17 Desember 2025, mengungkapkan bahwa total undisbursed loan atau fasilitas kredit yang belum dicairkan perbankan pada November 2025 mencapai angka mencengangkan Rp 2.509,4 triliun. Jumlah ini setara dengan 23,18% dari total plafon kredit yang tersedia. Ironisnya, di saat dana pinjaman menganggur begitu besar, pertumbuhan kredit secara tahunan (yoy) hanya mencapai 7,74%, meski sedikit lebih cepat dari bulan Oktober yang 7,36%, namun masih jauh di bawah target yang ditetapkan bank sentral.

Misteri Triliunan Rupiah Menganggur di Bank
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menanggapi fenomena ini, Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, buka suara. Ia mengakui bahwa meskipun tingkat penyaluran kredit di Maybank Indonesia secara umum stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ada kecenderungan nasabah untuk lebih berhati-hati dalam memanfaatkan fasilitas pinjaman.

Steffano menjelaskan, nasabah kini cenderung menggunakan kredit sesuai dengan kebutuhan mendesak mereka. "Fasilitasnya dipakai berdasarkan kebutuhan. Ada kebutuhan baru dipakai," ujarnya saat ditemui di Kantor Maybank Indonesia, Sentral Senayan III, pada Kamis, 8 Januari 2026. Ia menambahkan bahwa tingkat utilisasi penyaluran kredit di Maybank berkisar antara 50% hingga 60%.

Data laporan keuangan bulanan Maybank menunjukkan, total kredit dan pembiayaan syariah yang disalurkan mencapai Rp 107,83 triliun per November 2025. Angka ini sedikit menurun dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya yang sebesar Rp 111,70 triliun. Meski demikian, Maybank Indonesia optimis membidik pertumbuhan kredit di kisaran 9% hingga 10% untuk tahun ini.

Kondisi ini mengindikasikan adanya pergeseran perilaku konsumen dan pelaku usaha dalam memanfaatkan fasilitas perbankan, di mana kehati-hatian menjadi faktor dominan. Sektor perbankan pun dituntut untuk lebih adaptif dalam merespons dinamika permintaan kredit yang ada.

Related Post