Ekonomi Indonesia Terbang Tinggi Target 6 Persen di 2026

Author Image

Endang Wulansari

14 Februari 2026, 00:04 WIB

jabarpos.id – Presiden Prabowo Subianto meyakini ekonomi Indonesia akan semakin kuat dengan fokus utama pada pemberdayaan masyarakat di tingkat bawah, terutama di wilayah pedesaan. Keyakinan ini didasari oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diyakini mampu meningkatkan daya beli masyarakat secara signifikan.

Prabowo mengungkapkan, program MBG telah memberikan dampak nyata di lapangan. "Saya menerima laporan dari para kepala daerah, baik gubernur maupun bupati, bahwa mereka mulai merasakan dampak positif dari kebijakan kita. Konsumsi rumah tangga di daerah mereka mengalami peningkatan," ujarnya saat menghadiri acara Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Ekonomi Indonesia Terbang Tinggi Target 6 Persen di 2026
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyampaikan optimisme serupa. Ia meyakinkan para investor bahwa ekonomi Indonesia sedang dalam fase ekspansi yang kuat. Indikator Leading Economic Index/Coincident Economic Index (LEI/CEI) menunjukkan tren positif, mengindikasikan bahwa ekonomi Indonesia sedang membaik, bukan melemah. "Kita tidak sedang mengalami kemunduran ekonomi, justru kita sedang menuju pertumbuhan yang lebih pesat," tegas Purbaya.

Purbaya memprediksi fase ekspansi ini akan berlangsung selama satu dekade, dimulai sejak tahun 2023 dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2033. Ia juga optimis pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun 2026 dapat mencapai angka 5,6% hingga 6%. Selain itu, kinerja kredit perbankan juga diproyeksikan akan mengalami percepatan dengan pertumbuhan dua digit.

Dari sektor investasi, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani mengungkapkan bahwa Singapura masih menjadi investor utama di Indonesia. Data BKPM menunjukkan investasi langsung asing dari Singapura mencapai US$ 17,4 miliar sepanjang tahun 2025.

Secara keseluruhan, realisasi penanaman modal asing (PMA) yang masuk ke Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 900,9 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan tipis sebesar 0,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 900,2 triliun. BKPM mencatat bahwa kontribusi terbesar berasal dari lima negara utama, yang sebagian besar merupakan negara-negara di kawasan Asia.

Related Post