Beranda / Berita / Siapakah Mereka? 3 Raksasa Dunia Berebut Proyek Sampah Jadi Energi di Indonesia

Siapakah Mereka? 3 Raksasa Dunia Berebut Proyek Sampah Jadi Energi di Indonesia

Siapakah Mereka? 3 Raksasa Dunia Berebut Proyek Sampah Jadi Energi di Indonesia

jabarpos.id – Program ambisius Waste-to-Energy (WtE) Danantara Indonesia memasuki babak baru dengan proses tender yang menarik perhatian dunia. Dari 24 perusahaan internasional yang mendaftar, tiga nama besar dari Prancis, Tiongkok, dan Jepang mencuri perhatian karena rekam jejak global mereka dalam pengelolaan sampah menjadi energi.

Ketiga perusahaan raksasa ini diharapkan dapat membawa transfer teknologi yang signifikan bagi perusahaan lokal dan pemerintah daerah. Lead of Waste-to-Energy Danantara Indonesia, Fadli Rahman, menekankan pentingnya tata kelola yang kuat dan transparan dalam proses pemilihan pengembang dan pengelola PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik).

Baca juga:  Kejutan di Pasar Modal, Sang Pengendali WIRG Lepas Saham Besar-besaran!
Siapakah Mereka? 3 Raksasa Dunia Berebut Proyek Sampah Jadi Energi di Indonesia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Berikut profil singkat tiga perusahaan yang berpotensi mengubah wajah pengelolaan sampah di Indonesia:

  1. Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd (Prancis): Bagian dari grup multinasional Veolia, perusahaan ini memiliki pengalaman luas dalam pengelolaan air, limbah, dan energi di 50 negara. Di Indonesia, PT Veolia Services Indonesia telah membangun pabrik daur ulang PET berkapasitas 25.000 ton per tahun di Pasuruan, menunjukkan komitmen mereka terhadap solusi berkelanjutan.

  2. China Conch Venture Holding Limited (Tiongkok): Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong ini fokus pada pelestarian energi, perlindungan lingkungan, dan pembangunan infrastruktur. Dengan bisnis utama di bidang Waste-to-Energy, mereka menawarkan solusi insinerasi limbah dan pengolahan limbah padat untuk menghasilkan energi. China Conch Venture Holding Limited diketahui pernah menjalin kerja sama dengan perusahaan di Indonesia.

  3. Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering (Jepang): Pemain lama dalam proyek lingkungan dan energi bersih, MHIECE memiliki jejak rekam yang mengesankan di berbagai negara. Proyek Waste-to-Energy mereka di Singapura, TuasOne, menjadi contoh sukses bagi banyak negara. Di Indonesia, mesin pengolah sampah produk MHIECE telah digunakan di TPST Bantargebang sejak 2019 untuk proyek PLTSa bersama dengan PLN Nusantara Power. jabarpos.id mencatat, metode WtE yang dilakukan MHIECE menggunakan insinerator tingkat tinggi yang mampu membakar berbagai jenis limbah.

Baca juga:  Industri Kemasan Terus Bergeliat, PT Mitra Pack Tbk Optimis Hadapi Tantangan

Dengan pengalaman dan teknologi yang dimiliki, ketiga perusahaan ini berpotensi besar untuk berkontribusi dalam mewujudkan program Waste-to-Energy di Indonesia dan mengatasi masalah sampah yang semakin mendesak.