Jabarpos.id – Emiten jasa kontraktor pertambangan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), mencatatkan lonjakan laba bersih yang fantastis pada tahun 2025. Laba bersih perusahaan melesat 7.797% menjadi Rp 4,31 triliun, dari sebelumnya Rp 55,23 miliar pada tahun 2024.
Direktur Darma Henwa, Ricardo Silaen, mengungkapkan bahwa pertumbuhan operasional dan efisiensi produksi menjadi kunci utama keberhasilan ini. Efisiensi dicapai melalui pengurangan penggunaan subkontraktor dan penerapan digitalisasi di berbagai lini operasional.

Menatap tahun 2026, DEWA tetap optimis untuk melanjutkan tren positif ini. Namun, perusahaan juga mewaspadai dampak gejolak geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel. Konflik ini berpotensi memicu kenaikan harga minyak mentah, yang berimbas pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM) solar industri dan meningkatkan biaya operasional.
Selain itu, isu kelangkaan BBM juga menjadi perhatian serius. Meskipun DEWA saat ini memiliki stok yang memadai dan perjanjian kerja yang memungkinkan beban energi ditanggung oleh pemilik tambang, perusahaan tetap mengambil langkah antisipatif. Salah satunya adalah dengan mulai menggunakan alat berat dan kendaraan tambang hybrid, sebagai langkah awal sebelum beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik.
Ricardo Silaen menyampaikan pandangannya dalam dialog bersama Mercy Widjaja di program Closing Bell, CNBC Indonesia, pada Rabu, 8 April 2026.





