Yogyakarta – Impian memiliki dana Rp1 miliar di usia 55 tahun ternyata bukan sekadar angan-angan. Generasi muda kini memiliki panduan konkret untuk mewujudkannya, bahkan dengan modal awal yang terbilang minim. Sebuah strategi investasi yang diungkapkan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menunjukkan bahwa menyisihkan sekitar Rp95 ribu per bulan sejak usia 21 tahun bisa menjadi kunci. Informasi menarik ini diulas oleh jabarpos.id.
Kebebasan finansial, atau financial freedom, telah lama menjadi impian yang diidam-idamkan, terutama oleh generasi muda yang mulai merencanakan masa depan sejak dini. Bank Mandiri, sebagai salah satu perbankan terintegrasi terkemuka, menyediakan beragam fasilitas yang dirancang untuk memfasilitasi perjalanan generasi muda menuju tujuan tersebut.

Vice President Wealth Management Group Bank Mandiri, Pratomo Setiaji Kendarto, yang akrab disapa Tomi, menegaskan bahwa langkah fundamental dalam menggapai kebebasan finansial adalah menetapkan visi keuangan yang konkret sejak dini. Dalam sesi Educational Class (Educlass) di Jogja Financial Festival 2026 yang berlangsung di Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026), Tomi memaparkan simulasi yang mengejutkan.
"Jika kita berkeinginan memiliki dana Rp1 miliar di usia 55 tahun, cukup dengan menabung Rp95 ribu setiap bulan sejak usia 21 tahun," ungkap Tomi. Ia menjelaskan, dengan asumsi pertumbuhan rata-rata 14% per tahun di instrumen reksa dana pasar saham, dana tersebut diproyeksikan mencapai Rp1 miliar. Angka ini secara gamblang menunjukkan kekuatan dahsyat dari waktu dan efek bunga majemuk.
Tomi menekankan pentingnya memulai investasi sedini mungkin. Ia membandingkan, jika target keuangan yang sama baru dimulai pada usia yang lebih matang, jumlah dana yang harus disisihkan setiap bulan akan melonjak drastis. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa momen terbaik untuk memulai investasi adalah saat ini juga, tanpa menunda.
Selain saham dan reksa dana saham yang dikenal agresif, Pratomo juga menyarankan instrumen yang lebih konservatif seperti reksa dana pendapatan tetap, yang berinvestasi pada surat utang pemerintah. Meskipun potensi imbal hasilnya tidak setinggi saham, instrumen ini menawarkan profil risiko yang lebih rendah. Ia menegaskan bahwa investasi adalah salah satu pilar utama mencapai kebebasan finansial, namun pilihan instrumen harus disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing individu.
Sementara itu, AVP Retail Deposit Product & Solution Group Bank Mandiri, Risdianto, menambahkan bahwa perjalanan menuju kebebasan finansial tidak hanya bertumpu pada investasi, tetapi juga pada kebiasaan menabung yang disiplin dan pengelolaan keuangan yang bijak. Hal ini menjadi krusial di tengah tantangan gaya hidup konsumtif dan derasnya arus informasi digital yang kerap memengaruhi generasi muda.
Risdianto mengakui bahwa kemudahan digitalisasi seringkali diiringi tantangan, seperti paparan informasi yang menyesatkan dan godaan untuk memenuhi keinginan yang belum tentu menjadi prioritas. Untuk menjawab tantangan ini, Bank Mandiri menghadirkan Livin’ by Mandiri.
"Keunggulan Livin’ by Mandiri adalah konsep one stop solution. Kami berupaya agar nasabah dapat melakukan segala kebutuhan keuangannya, mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur, melalui aplikasi Livin’ by Mandiri," jelas Risdianto.
Di antara berbagai kemudahan yang ditawarkan adalah pembukaan rekening secara digital, transaksi harian yang praktis, hingga fitur cashless withdrawal yang memungkinkan nasabah menarik tunai di ATM hanya dengan kode transaksi, tanpa perlu kartu debit fisik.
Lebih lanjut, Livin’ by Mandiri juga mengintegrasikan akses investasi langsung dalam aplikasi, mulai dari pembelian saham hingga reksa dana. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya terbiasa menabung, tetapi juga dapat secara proaktif mulai berinvestasi untuk mengejar target kebebasan finansial mereka di masa depan.




