Beranda / Berita / 4 Saham RI Didepak Rupiah Goyang

4 Saham RI Didepak Rupiah Goyang

4 Saham RI Didepak Rupiah Goyang

Pasar keuangan Indonesia kembali diwarnai gejolak pada perdagangan sesi I, Senin (25/05/2026). Sentimen negatif muncul setelah FTSE Russell dilaporkan menghapus empat saham emiten Tanah Air dari indeksnya, turut menekan pergerakan nilai tukar Rupiah. Berdasarkan laporan yang dihimpun jabarpos.id dari berbagai sumber, situasi ini menciptakan volatilitas di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Keputusan FTSE Russell untuk mengeluarkan empat saham emiten Indonesia dari daftar indeksnya menjadi sorotan utama pelaku pasar. Langkah ini, yang seringkali memicu penyesuaian portofolio oleh investor institusional global, berpotensi mengurangi daya tarik saham-saham tersebut di mata investor asing. Meskipun detail saham yang dihapus belum dirinci, kabar ini sudah cukup untuk menciptakan sentimen hati-hati di lantai bursa.

Baca juga:  Nella Marsella PNS Tapanuli Selatan, Yang Mempolisikan Seorang Jaksa
4 Saham RI Didepak Rupiah Goyang
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dampak dari sentimen negatif tersebut langsung terasa pada pergerakan Rupiah. Pada pukul 10:05 WIB, mata uang Garuda tercatat melemah 0,20% terhadap Dolar AS, berada di level Rp 17.725 per Dolar AS. Pelemahan ini sedikit lebih dalam dari angka yang sempat beredar di awal laporan, menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup signifikan di pasar valuta asing.

Baca juga:  Garmen Lokal Bidik Pasar Premium, Siap Kuasai Negeri Sendiri?

Di tengah tekanan Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang volatil namun berhasil menguat tipis. Pada waktu yang sama, IHSG terpantau naik 0,29% dan bertengger di level 6.179. Kenaikan ini, meskipun moderat, mengindikasikan adanya upaya investor untuk mencari peluang di tengah ketidakpastian atau adanya penopang dari sektor-sektor tertentu yang masih menarik.

Baca juga:  Hanya Karena Ini Anak SMP Dapat Miliaran

Mercy Widjaja, analis dari CNBC Indonesia, dalam ulasannya di program Profit (Senin, 25/05/2026), menyoroti bahwa sentimen pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika global dan keputusan lembaga pemeringkat indeks seperti FTSE Russell. Pelaku pasar cenderung berhati-hati dan memantau perkembangan lebih lanjut terkait dampak jangka panjang dari penghapusan saham ini, serta potensi intervensi dari bank sentral untuk menstabilkan Rupiah.